Pemotongan tumpeng sebagai simbol peluncuran Tenggir Glamping Coffee Eatery, Sabtu (29/07/2023)

KARANGANYAR, solotrust.com - Wisata bernuansa alam Tenggir Park di kawasan Perhutani Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar kini hadir kembali setelah hampir dua tahun tak beroperasi lantaran pandemi Covid-19. 
 
Tempat wisata yang berada di Desa Berjo saat ini dibuka kembali dengan penambahan fasilitas baru berupa glamping. Di sini pengunjung bisa menikmati sensasi menginap di tengah hutan. Tenggir Park kini juga dilengkapi coffee eatery di pintu masuk kawasan wisata. 
 
Usai peluncuran Tenggir Glamping dan Tenggir Coffee pada Sabtu (29/07/2023, owner Tenggir Park, Paryono mengatakan wisata bernuansa alam ini sejatinya sudah dirintis sejak 2019 lalu. 
 
"Setelah setahun beroperasi, pandemi Covid-19 melanda negara kita yang meluluhlantakkan berbagai bidang, termasuk sektor pariwisata. Ini sangat berdampak sekali terhadap Tenggir park waktu itu," beber Paryono.  
 
"Kurang lebih dua tahun Tenggir Park tutup karena hantaman pandemi Covid-19. Di tahun tersebut kami memanfaatkan itu untuk membenahi semua fasilitas," sambungnya. 
 
Saat ini Tenggir Park telah memiliki fasilitas baru, Tenggir Glamping dan coffee shop untuk melengkapi wisata alam dengan luas lahan 12 hektare itu. Pembangunan glamping di Tenggir Park sendiri sudah berjalan sejak enam bulan lalu.
 
"Saat ini ada enam unit glamping yang kami bangun. Itu masih kurang 15 unit lagi yang kini siap dibangun," urai Paryono. 
 
Dengan tambahan glamping ini diharapkan akan memberikan sensasi tersendiri bagi pengunjung untuk menikmati suasana menginap di tengah hutan. 
 
"Kami mengharapkan dengan ditambahnya glamping dan coffee eatery ini menjadikan pengunjung betah lama-lama di Tenggir Park," harapnya. 
 
Paryono notabene warga asli Desa Berjo punya keinginan kuat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Desa ini diharapkan menjadi kawasan wisata layak dikunjungi para wisatawan.
 
Sementara itu, selaku pengelola Tenggir Park yang juga putra sang owner, Disa Ageng Alifven, mengutarakan semua fasilitas ditawarkan di Tenggir Glamping, pastinya suasana alam hutan masih asri. 
 
Udara sejuk pegunungan begitu terasa karena objek wisata ini berada di lereng Gunung Lawu. Selain suasana alam, pengunjung juga mendapatkan fasilitas makan pagi untuk dua orang. Harga setiap unit Glamping ditawarkan Rp450 ribu untuk weekdays dan Rp550 ribu saat weekend
 
"Jadi menginap di glamping ditambah makan dengan suasana di tengah hutan dan berasa menginap di hotel bintang tiga," ucap Disa Ageng Alifven. 
 
Adapun target pasar Tenggir Glamping adalah komunitas maupun keluarga yang ingin menginap sembari menikmati suasana alam dengan beragam fasilitas.
 
"Di sini kami juga menyajikan camping ground untuk wisatawan, lengkap dengan sewa perlengkapan camping," ungkap Disa Ageng Alifven. 
 
Sementara bagi wisatawan hanya ingin menikmati suasana makan di tengah hutan, ditarik tiket masuk kawasan Tenggir Park Rp15 ribu. Di sini pengunjung disuguhkan suasana sejuk ditambah wahana menantang adrenalin dengan berjalan di atas jembatan layang. Ada pula spot foto cantik nan Instagramable. 
 
"Di Tenggir Glamping ini sasarannya adalah wisata umum, khususnya keluarga dan komunitas. Jadi bisa santai menikmati suasana alam yang sejuk," papar Disa Ageng Alifven
 
Ia pun berharap kehadiran Tenggir Park, Tenggir Glamping dan Tenggir Coffe and Eatery bisa menjadi salah satu tujuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara di Karanganyar. Apalagi Tenggir Park masih berada satu lokasi dengan Candi Sukuh.
 
Peluncuran Tenggir Glamping dan Tenggir Coffee and Eatery turut dihadiri Kepala Perhutani KPH Solo Hengki Kurniawan, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar Hari Purnomo, mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratna Ningsih serta para selebgram hingga kalangan pelaku usaha wisata di wilayah Ngargoyoso. (joe)