Layanan X-Ray keliling yang digagas Puskesmas Sukoharjo.

​SUKOHARJO, solotrust.com – Program jemput bola melalui layanan X-Ray keliling yang digagas Puskesmas Sukoharjo membuahkan hasil signifikan. Dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan di Kelurahan Sonorejo, tim medis berhasil mendeteksi dua warga yang terindikasi mengidap Tuberkulosis (TBC).

​Temuan tersebut didapat setelah dilakukan proses skrining ketat terhadap 45 warga yang menjalani pemeriksaan rontgen dada. Menindaklanjuti temuan ini, tim medis langsung merujuk kedua warga tersebut ke RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan medis yang tepat.

​Kepala Puskesmas Sukoharjo, dr. Kunari Mahanani, menjelaskan bahwa layanan X-Ray keliling ini merupakan bagian dari inovasi "Speling" dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Tujuannya adalah memperkuat deteksi dini TBC langsung di tengah masyarakat.

​"Pemeriksaan X-Ray ini bukan sekadar rutinitas, tapi upaya kami mempercepat deteksi dini agar penanganan bisa segera dilakukan. Dengan begitu, risiko penularan di lingkungan masyarakat dapat ditekan," ujar dr. Kunari, Rabu (1/7/2026).

 

​Kolaborasi Lintas Spesialis

​Tidak hanya layanan rontgen, kegiatan ini juga menghadirkan pelayanan kesehatan komprehensif melalui kolaborasi dengan RS PKU Sukoharjo. Masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan berbagai dokter spesialis, mulai dari spesialis penyakit dalam, saraf, jiwa, kandungan (Obsgyn), hingga spesialis anak.

​Menurut dr. Kunari, antusiasme warga cukup tinggi. Tercatat 50 warga mengikuti skrining awal, di mana 45 di antaranya memenuhi syarat untuk menjalani pemeriksaan X-Ray. Hasil pemeriksaan bagi peserta lainnya dinyatakan dalam batas normal.

​"Pasien yang sudah diperiksa kami arahkan kembali ke wilayah masing-masing untuk dipantau intensif oleh bidan desa dan petugas kesehatan setempat," tambahnya.

 

​Targetkan Kelurahan Joho

​Melihat efektivitas program ini, Puskesmas Sukoharjo berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan. Pihaknya telah menjadwalkan agenda serupa di Kelurahan Joho pada 9 Juli mendatang.

​Langkah jemput bola ini diharapkan menjadi strategi jitu dalam mendukung program eliminasi TBC di Kabupaten Sukoharjo. Dengan menghadirkan layanan spesialis langsung ke desa, akses kesehatan masyarakat menjadi lebih mudah, sekaligus memutus rantai penularan penyakit sedini mungkin. (nas)