Ilustrasi (Foto: Pixabay/bere-moonlight)

JAKARTA, solotrust.com - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama kelompok paling terdampak fluktuasi harga energi.
 
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, keputusan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto setelah lawatan ke Rusia dan Prancis. Seusai menghadap presiden di Istana Negara, Bahlil Lahadalia menyampaikan stabilitas harga BBM subsidi masih sejalan dengan kondisi pasokan energi nasional yang terjaga.
 
"Saya sampaikan kepada publik bahwa Insyaa Allah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, bensin, maupun LPG. Insyaa Allah aman, sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan bapak presiden bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun," tegas Bahlil Lahadalia di Istana Negara, Kamis (16/04/2026), dilansir dari laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, esdm.go.id.
 
Dari sisi fiskal, pemerintah menilai kebijakan tersebut masih aman untuk dijalankan. Hal itu didukung harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price) masih berada di bawah asumsi anggaran, sehingga ruang fiskal dinilai masih cukup kuat untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil tanpa menambah beban masyarakat.
 
"Doain, ini kan bergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan 100 dolar itu sudah aman BBM. Sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang tidak lebih dari USD77. Jadi kita itu baru split USD7," jelas Bahlil Lahadalia.
 
Sementara dari sisi pasokan, pemerintah masih menghadapi kebutuhan impor sekira 1 juta barel per hari. Kondisi ini terjadi karena konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi dalam negeri baru berada di kisaran 600-610 ribu barel per hari.
 
Di lain sisi, pemerintah juga membuka peluang penguatan kerja sama energi dengan Rusia, tidak hanya pada pasokan minyak mentah, namun juga pada sektor infrastruktur penunjang. Bahlil Lahadalia menyebut, ada pembahasan mengenai investasi di bidang kilang dan penyimpanan energi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
 
"Itu salah satu poin yang kemarin kami bicarakan bahwa memang ada beberapa investasi mereka yang pick up.sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu satu dua putaran lagi dengan kami, khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan," beber Bahlil Lahadalia.
 
Dengan sejumlah langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas energi dapat terus terjaga sepanjang tahun. Kepastian harga BBM subsidi diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih tenang di tengah dinamika harga energi global.