Ilustrasi (Foto: Pixabay/IrinaErmolenko)
Solotrust.com - Penentuan awal Bulan Syawal 1447 Hijriah tahun ini mengacu pada hasil Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah yang menetapkan penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Melansir laman muhammadiyah.or.id, Kamis, 12 Maret 2026, berdasarkan sistem kalender tersebut, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.
KHGT merupakan sistem penanggalan Hijriah, dirancang untuk menyatukan penentuan awal bulan Islam di dunia. Dalam konsep ini, bumi dipandang sebagai satu kesatuan matlak, sehingga awal bulan Hijriah berlaku secara serentak bagi seluruh wilayah di dunia.
Dengan pendekatan tersebut, penetapan awal bulan tidak lagi bergantung pada batas wilayah tertentu, melainkan pada terpenuhinya parameter astronomi di salah satu lokasi di dunia. Dalam penerapannya, KHGT menggunakan beberapa kriteria utama.
Pertama, seluruh wilayah bumi dianggap berada dalam satu matlak sehingga awal bulan dimulai secara bersamaan di dunia. Kedua, bulan baru dinyatakan dimulai apabila sebelum pukul 24.00 UTC terdapat suatu lokasi di dunia yang saat matahari terbenam memenuhi dua parameter, yakni elongasi bulan minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat.
Ketiga, apabila syarat tersebut baru terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, awal bulan tetap dapat dimulai dengan ketentuan tambahan: parameter tersebut terjadi di daratan Benua Amerika dan peristiwa ijtimak berlangsung sebelum waktu fajar di Selandia Baru.
Berdasarkan data astronomi, kriteria tersebut telah terpenuhi untuk penentuan awal Syawal 1447 H. Peristiwa ijtimak tercatat terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC. Setelah konjungsi terjadi, posisi bulan terus menjauh dari matahari hingga mencapai parameter visibilitas yang disyaratkan.
Lokasi pertama memenuhi kriteria tersebut berada pada koordinat 64° 59′ 57,47″ LU dan 42° 3′ 3,47″ BT. Di wilayah ini, matahari terbenam pada 18:12:15 waktu setempat atau 15:24:03 UTC. Pada saat itu, tinggi bulan tercatat 6,49 derajat dengan elongasi mencapai 8 derajat, sehingga melampaui batas minimal yang ditetapkan dalam KHGT.
Kondisi serupa juga teramati di Makkah, Arab Saudi. Pada 19 Maret 2026, matahari terbenam di kota tersebut pada 18:34:04 waktu setempat atau 15:34:04 UTC. Saat itu, tinggi bulan secara geosentrik tercatat +06° 09′ 09″ dengan elongasi geosentrik 08° 05′ 24″, yang juga telah memenuhi kriteria minimal kalender global.
Sementara itu, waktu fajar di Selandia Baru pada hari yang sama tercatat pada 16:50:02 UTC, memastikan seluruh parameter dalam sistem KHGT terpenuhi dalam rentang waktu yang ditentukan.
Dengan terpenuhinya syarat elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat sebelum pukul 24.00 UTC di beberapa wilayah dunia, berdasarkan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal, awal bulan Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M, dan berlaku secara serentak bagi seluruh dunia.
