Rombongan Dalang Remaja Surakarta melakukan gladi bersih menjelang pementasan Sang Surya Tenggelam: Deconstruction of Cinematic Wayang & Variety Gagrak di Pendhapa Balai Kota Solo, Senin (01/12/2025) malam. (Foto: Dok. solotrust.com/Fanissya Suryaningrum)
SOLO, solotrust.com - Suasana Pendhapa Balai Kota Solo pada Senin (01/12/2025) malam, dipenuhi aktivitas persiapan. Rombongan Dalang Remaja Surakarta bersama tim produksi tampak sibuk melakukan gladi bersih (GR) intensif menjelang pementasan akbar mereka, Sang Surya Tenggelam: Deconstruction of Cinematic Wayang & Variety Gagrak.
Gelar karya hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kota Surakarta (Solo) ini dijadwalkan dipentaskan secara gratis untuk umum pada, Selasa (02/12/2025), pukul 19.30 WIB. Gladi bersih yang berlangsung ini menjadi tahap paling krusial untuk memastikan kesempurnaan teknis dan artistik sebuah karya yang mengusung konsep inovatif.
Pementasan ini mengklaim berupaya menggeser batas antara tradisi dan sinema, sehingga sinkronisasi antara unsur-unsur klasik dan modern harus berjalan sempurna. Tim produksi berulang kali menyetel ketepatan waktu proyeksi visual sinematik yang menjadi latar belakang panggung dengan narasi Wayang Gagrak dibawakan dalang. Hal ini membutuhkan ketelitian tinggi agar dekonstruksi diusung tak menghilangkan esensi cerita yang dikabarkan "Bercerita sedikit tentang rencana seorang manusia kembali."
Di sisi audio dan panggung, para musisi dan teknisi suara menyelaraskan harmoni antara alunan gamelan tradisional dengan iringan musik kontemporer. Dalang Remaja Surakarta memimpin proses ini dengan serius, memastikan setiap dialog dan transisi antaradegan berlangsung dinamis dan penuh penghayatan.
Penyesuaian akhir juga dilakukan pada tata cahaya dan penempatan properti demi menjamin audiens di Pendhapa Balai Kota Solo mendapatkan pengalaman visual dan audio maksimal. Pementasan ‘Sang Surya Tenggelam’ bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah eksperimen seni, berupaya merekonstruksi Wayang Gagrak Nusantara dengan sentuhan kontemporer.
Tujuan utama dari gladi bersih ketat ini adalah untuk mematangkan kesiapan teknis dan mental para seniman, serta menjamin upaya ekspresi kontemporer ini dapat tersampaikan secara profesional dan bermutu tinggi kepada publik. Keterlibatan aktif Dalang Remaja Surakarta dalam kolaborasi bersama Pemerintah Kota Surakarta menunjukkan komitmen kota dalam mendukung regenerasi dan inovasi dalam pelestarian seni budaya.
Proyek ini menjadi wadah bagi seniman muda untuk mengeksplorasi warisan budaya dengan cara segar dan relevan. Setelah melewati proses persiapan intensif, masyarakat Kota Solo dan sekitarnya diundang secara terbuka untuk hadir dan menyaksikan perpaduan seni unik ini
Pementasan ini diharapkan menjadi bukti nyata Solo merupakan kota budaya yang selalu terbuka bagi inovasi dan progresivitas dalam dunia seni pertunjukan.
*) Reporter: Fanissya Suryaningrum/Zulaikhah Nur Istiqomah
