Rapat Koordinasi Persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 di auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Senin (19/01/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

SEMARANG, solotrust.com - Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menunjukkan kesiapan dalam menyambut penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional XXXI 2026. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad dalam Rapat Koordinasi Persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 di auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Senin (19/01/2026).

Abu Rokhmad menyebut, kesiapan awal merupakan fondasi penting agar MTQ Nasional dapat terlaksana dengan baik dan memberi kesan positif secara nasional.

“Ya, dari seluruh persiapan yang kami pantau, Jawa Tengah termasuk paling siap. Perencanaannya matang, koordinasinya berjalan, dan dukungan pemerintah daerahnya kuat,” kata dia.

Abu Rokhmad mengungkapkan, MTQ Nasional tidak hanya dipahami sebagai ajang perlombaan membaca dan menghafal Aquran, namun juga sebagai ruang strategis penguatan syiar Islam menyejukkan. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan perlu dirancang secara komprehensif dan bermakna.

“MTQ Nasional harus menjadi ruang edukasi keagamaan bermutu, menghadirkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sosial, serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tegas Abu Rokhmad.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, baik antara kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, maupun unsur masyarakat. Koordinasi solid dinilai akan memastikan penyelenggaraan MTQ berjalan tertib, khidmat, dan berkelas.

Selain fokus pada lomba, Abu Rokhmad mendorong penguatan kegiatan pendukung, seperti pameran dan expo. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi, satuan kerja, dan pelaku usaha lokal akan memperluas dampak MTQ Nasional di luar arena perlombaan.

“MTQ Nasional bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi dampak ekonomi, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pariwisata,” kata Abu Rokhmad.

Ia berharap, MTQ Nasional XXXI 2026 dapat menjadi contoh penyelenggaraan yang tidak hanya sukses secara teknis, namun juga memberi nilai tambah sosial, budaya, dan ekonomi bagi daerah tuan rumah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyampaikan seluruh jajaran di daerah berkomitmen penuh mendukung kesuksesan MTQ Nasional. Ia mengungkapkan, MTQ Nasional merupakan agenda nasional yang menjadi tanggung jawab bersama.

“MTQ Nasional adalah kehormatan, sekaligus amanah besar. Kami berkomitmen menyiapkannya dengan sebaik-baiknya agar berjalan lancar dan bermartabat,” bilang Saiful Mujab.

Ia menjelaskan, pembagian tugas antarinstansi di tingkat provinsi telah dilakukan melalui rapat koordinasi. Kanwil Kemenag Jawa Tengah, kata Saiful Mujab, mendapat mandat strategis untuk mendukung sukses penyelenggaraan, sekaligus mendorong capaian prestasi kafilah Jawa Tengah.

“Kami sepakat MTQ Nasional harus sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Kanwil Kemenag Jawa Tengah siap mendukung target tersebut,” tegasnya.

Saiful Mujab menambahkan, persiapan juga diarahkan pada pembinaan peserta secara berkelanjutan. Upaya ini dilakukan agar kafilah Jawa Tengah dapat tampil optimal dan kompetitif di tingkat nasional.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai ketertiban, kebersamaan, dan kekhidmatan selama pelaksanaan MTQ. Menurutnya, MTQ harus menjadi ruang menyejukkan dan mencerminkan semangat moderasi beragama.

“Kami ingin MTQ Nasional di Jawa Tengah menjadi ajang yang tertib, edukatif, dan memberi inspirasi bagi masyarakat,” harap Saiful Mujab.

Rapat koordinasi persiapan MTQ Nasional XXXI 2026 dihadiri dirjen Bimas Islam, jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Jawa Tengah, Kanwil Kemenag Jawa Tengah, serta unsur pemerintah daerah dan instansi terkait. Rapat juga membahas konsep pembukaan dan penutupan agar dikemas menarik dan berkesan.

Provinsi Jawa Tengah ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI 2026 berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 715 Tahun 2025 tertanggal 14 Juli 2025. Dengan dukungan infrastruktur, pengalaman panjang dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan, serta sinergi pemerintah daerah dan Kementerian Agama, Jawa Tengah optimistis mampu menghadirkan MTQ Nasional secara lancar, khidmat, dan berprestasi.