Swiss-Belinn Saripetojo Solo menyelenggarakan kegiatan donor darah bertajuk Setetes Darah, Sejuta Semangat Pahlawan, Senin (10/11/2025). (Foto: Swiss-Belinn Saripetojo Solo)
SOLO, solotrust.com - Swiss-Belinn Saripetojo Solo menyelenggarakan kegiatan donor darah bertajuk Setetes Darah, Sejuta Semangat Pahlawan. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional ini digelar di Keraton 2 Swiss-Belinn Saripetojo Solo, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
Kegiatan sosial donor darah diikuti karyawan hotel, tamu, masyarakat umum, dan dari berbagai instansi, termasuk Lanud Adi Soemarmo, Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan, Korem 074/Warastratama, Kodim 0735/Surakarta, Koramil setempat, serta perwakilan dari Kelurahan Sondakan. Kehadiran berbagai unsur ini menambah semangat kebersamaan dan kepedulian dalam aksi kemanusiaan.
Menariknya, dalam semangat memperingati Hari Pahlawan, para karyawab Swiss-Belinn Saripetojo Solo mengenakan kostum pejuang kemerdekaan selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya memeriahkan suasana dengan nuansa patriotik, namun juga ikut berpartisipasi langsung dalam donor darah, menunjukkan kepedulian dan penghormatan kepada para pahlawan bangsa.
Melalui kegiatan ini, Swiss-Belinn Saripetojo Solo mengajak seluruh peserta untuk meneladani semangat para pahlawan dengan cara sederhana, namun bermakna, yakni menolong sesama melalui donor darah.
General Manager Swiss-Belinn Saripetojo Solo, Dodit Nindyo Hapsoro, mengutarakan dirinya percaya semangat kepahlawanan bisa diwujudkan dalam tindakan nyata seperti donor darah.
“Setetes darah yang kita sumbangkan hari ini bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” kata Dodit Nindyo Hapsoro dalam siaran pers diterima solotrust.com, Senin (10/11/2025).
Acara dibuka dengan sambutan dari manajemen hotel, dilanjutkan kegiatan donor darah di area Keraton 2. Selain bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Swiss-Belinn Saripetojo Solo berkontribusi kepada masyarakat melalui kegiatan sosial berkelanjutan.
“Menjadi pahlawan tidak harus berjuang di medan perang. Cukup dengan setetes darah yang kita sumbangkan, kita sudah turut menyelamatkan kehidupan orang lain,” tutup Dodit Nindyo Hapsoro.
