Komisi B DPRD Kota Semarang pada Kamis 30 April 2026, meninjau langsung lokasi kebakaran Pasar Kanjengan Semarang (Rabu, 29/4)

SEMARANG, solotrust.com – Komisi B DPRD Kota Semarang meninjau langsung lokasi kebakaran Pasar Kanjengan, Kamis (30/4/2026), sehari setelah insiden kebakaran hebat yang melanda salah satu pusat perdagangan di Kota Semarang tersebut.

Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi dampak kebakaran terhadap aktivitas perdagangan dan para pedagang yang terdampak.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan Komisi B didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang. Berdasarkan data sementara, sebanyak 480 kios dilaporkan terbakar dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu malam (29/4/2026).

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp3,5 miliar. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, mengatakan pihaknya prihatin atas musibah yang menimpa para pedagang Pasar Kanjengan. Menurutnya, langkah penanganan pascakebakaran harus segera dilakukan agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terhenti terlalu lama.

"Kami ingin memastikan penanganan pascakebakaran berjalan cepat dan tepat. Yang paling penting saat ini adalah bagaimana para pedagang bisa kembali beraktivitas dan mendapatkan solusi sementara untuk menjalankan usahanya," ujarnya saat meninjau lokasi.

Joko menegaskan DPRD akan mendorong Pemerintah Kota Semarang untuk mempercepat koordinasi lintas instansi guna mempercepat pemulihan kondisi pasar.

"Kami berharap ada langkah konkret dari seluruh pihak terkait agar proses pemulihan dapat segera dilakukan. Pasar Kanjengan merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang harus segera kembali beroperasi," katanya.

Selain meninjau kondisi bangunan yang terdampak kebakaran, Komisi B juga menyerap aspirasi para pedagang terkait kebutuhan mendesak yang diperlukan selama masa pemulihan.

Melalui kunjungan tersebut, DPRD Kota Semarang berharap proses pendataan kerugian, penanganan pascakebakaran, hingga penataan kembali area pasar dapat berjalan optimal sehingga layanan pasar dan aktivitas perdagangan dapat segera kembali normal.