Wali Kota Solo, Respati Ardi, memperkenalkan konsep JAWAWELLNESS sebagai identitas baru pengembangan wellness tourism atau wisata kebugaran berbasis budaya. (Foto: Dok. Istimewa)

SOLO, solotrust.com - Wali Kota Solo, Respati Ardi, memperkenalkan konsep JAWAWELLNESS sebagai identitas baru pengembangan wellness tourism atau wisata kebugaran berbasis budaya.
 
Respati Ardi menjelaskan, wellness tidak hanya dimaknai sebagai upaya menjaga kesehatan tubuh, namun juga keseimbangan pikiran dan jiwa. Dalam konteks Kota Solo, konsep tersebut dikembangkan dengan bertumpu pada nilai-nilai budaya Jawa yang diwariskan para leluhur dan masih hidup dalam keseharian masyarakat.
 
Menurutnya, kekayaan budaya Jawa menjadi modal penting bagi Solo untuk menghadirkan pengalaman wisata berbeda. Tak hanya melalui seni pertunjukan atau simbol tradisi, namun juga melalui nilai kesopanan, keramahan, ketenangan, dan cara hidup masyarakat beradab.
 
“Definisi wellness tourism di Solo berangkat dari warisan budaya leluhur yang hari ini terus diwariskan kepada generasi penerus. Saya sebagai wali kota Solo melihat hal ini sebagai potensi baru wellness tourism di Kota Solo yang kemudian kami sebut sebagai JAWAWELLNESS. Melalui konsep ini, budaya tidak hanya menjadi identitas kota, tetapi juga dikembangkan sebagai daya tarik baru bagi wisatawan,” kata Respati Ardi, usai menghadiri konferensi pers SUARAGA 2026 di Studio Houm, Jakarta, Kamis (04/06/2026).
 
Ia optimistis, JAWAWELLNESS akan menjadi daya tarik baru bagi perkembangan wellness tourism di Kota Solo. Melalui konsep ini, wisatawan diajak untuk merasakan pengalaman lebih utuh tentang Solo sebagai kota budaya yang terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.
 
“Target utama kami adalah wisatawan domestik maupun internasional. Kami berharap mereka dapat hadir di Kota Solo dan merasakan pengalaman baru melalui konsep JAWAWELLNESS,” bilang Respati Ardi.
 
Sementara dari sisi harga, pihaknya menegaskan, JAWAWELLNESS dirancang tetap ramah bagi wisatawan domestik. Di saat sama, konsep ini juga menyediakan segmen khusus bagi wisatawan internasional yang menginginkan pengalaman lebih eksklusif, berkualitas, dan berkesan.
 
Wali kota memastikan, layanan dalam JAWAWELLNESS akan didukung tenaga profesional yang memiliki kompetensi dan sertifikasi di bidangnya.
 
“Dari sisi harga, kami sangat terbuka untuk menyesuaikan. Prinsipnya, harga tetap ramah bagi wisatawan domestik. Kami juga menyiapkan segmen tertentu untuk menjamu wisatawan internasional dengan layanan berkualitas dan berkesan. Harapannya, konsep ini dapat semakin memperkuat kepercayaan wisatawan internasional terhadap Kota Solo,” bebernya.
 
Di lain sisi, Respati Ardi optimistis pengembangan JAWAWELLNESS akan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal. Menurutnya, wellness tourism memiliki potensi untuk tumbuh sebagai pusat ekonomi kreatif baru yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
 
Konsep ini diharapkan mampu membuka ruang ekonomi baru, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelaku seni, komunitas kreatif, pelaku usaha lokal, hingga tenaga profesional di bidang wellness.
 
“Apa yang hari ini digalakkan oleh Kota Solo kami harapkan benar-benar dapat memberi manfaat dan berdampak langsung bagi pelaku usaha lokal. Konsep JAWAWELLNESS ini menjadi langkah awa. Semoga ke depan mampu tumbuh sebagai pusat ekonomi kreatif baru di Kota Solo, sekaligus menghadirkan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” imbuhnya.
 
SUARAGA Jadi Ruang Pengenalan JAWAWELLNESS
 
Salah satu ruang pengenalan konsep JAWAWELLNESS akan hadir melalui penyelenggaraan SUARAGA 2026 pada 4 dan 5 Juli 2026 di Taman Balekambang, Kota Solo.
 
SUARAGA merupakan festival menggabungkan elemen suara, karya, dan raga dalam satu pengalaman bersama. Melalui festival ini, Solo kembali menjadi ruang pertemuan bagi musik, budaya, kreativitas, komunitas, dan gaya hidup sehat.
 
Respati Ardi menjelaskan, konsep SUARAGA selaras dengan visi JAWAWELLNESS, menempatkan budaya sebagai fondasi wisata kesehatan dan kebugaran di Kota Solo.
 
Dalam penyelenggaraannya, SUARAGA menghadirkan berbagai unsur budaya lokal, seperti gamelan, keroncong, wayang kulit, wayang orang, hingga baca primbon. Selain itu, festival ini juga menghadirkan aktivitas wellness, yoga, movement, dan kegiatan kebugaran, mengajak pengunjung untuk merawat tubuh, sekaligus memberi ruang bagi ketenangan batin.
 
Dengan konsep tersebut, SUARAGA tak hanya membawa semangat modern, namun juga tetap berpijak pada akar budaya Jawa yang hidup di Kota Solo.