Parade Prajurit Budaya Pokdarwis Kota Surakarta berkolaborasi dengan Parade Budaya Solo International Art Camp (SIAC) V 2026.

SOLO, solotrust.com- Parade Prajurit Budaya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Surakarta berkolaborasi dengan Parade Budaya Solo International Art Camp (SIAC) V 2026 memeriahkan kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Minggu (19/07/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Melestarikan Budaya, Menghidupkan Warisan Leluhur untuk Surakarta yang Maju, Berbudaya, dan Mendunia” sebagai wujud komitmen memperkuat identitas budaya Kota Solo di tingkat nasional maupun internasional.

Parade secara resmi diberangkatkan oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, dari Loji Gandrung. Peserta parade kemudian berjalan menyusuri Jalan Slamet Riyadi hingga berakhir di kawasan Ngarsopuro. Parade budaya ini menampilkan barisan Prajurit Budaya Pokdarwis, komunitas budaya, serta peserta Solo International Art Camp (SIAC) yang menarik perhatian masyarakat di sepanjang jalur.

Tahun ini, Parade Prajurit Budaya diselenggarakan bersamaan dengan Solo International Art Camp (SIAC) V 2026 yang berlangsung pada 16-24 Juli 2026 mengusung tema “Rewriting Tomorrow”.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani mengapresiasi peran Pokdarwis sebagai mitra Pemerintah Kota Surakarta dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya.

“Parade budaya kali ini kita lihat sebagai sebuah pertunjukkan seni, ada juga prajurit pokdarwis serta kita lihat saat ini juga memiliki semboyan Solo The Spirit of Java,” ujar Astrid.

Astrid menegaskan, Pokdarwis memiliki peran penting dalam menghubungkan potensi budaya dengan masyarakat. Menurutnya, pariwisata yang berkualitas harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari tumbuhnya UMKM, terbukanya ruang bagi seniman untuk berkarya, serta meningkatnya perekonomian lokal.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang memadati sisi jalan untuk menyaksikan parade. Tak sedikit pengunjung yang menghentikan aktivitas olahraga maupun rekreasi sejenak demi melihat iring-iringan peserta dan mengabadikan momen tersebut.

Didit, salah seorang pengunjung mengaku dirinya hampir setiap minggu datang ke kawasan CFD,  karena rumahnya berada tidak jauh dari lokasi.

“Saya hampir setiap minggu ke sini, kadang sama keluarga, kadang sendiri, karena rumah dekat dari sini. Tidak tahu kalau ada parade ini, ya niat awalnya tadi cuma ingin ke sini seperti biasanya, bagus paradenya,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung lain bernama Reni mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menyaksikan parade setelah mengetahui informasi tersebut melalui media sosial.

 “Sering ke sini, cuma kalau hari ini ingin nonton parade budaya setelah melihat di Instagram sama keluarga. Anak-anak suka melihatnya,” ucap Reni.

Kolaborasi Parade Prajurit Budaya dan Solo International Art Camp V 2026 memperkuat citra Surakarta sebagai kota budaya yang yang terus melestarikan warisan leluhur sekaligus memperluas jejaring budaya internasional. Melalui semangat “Solo The Spirit of Java”, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan budaya lokal dan dunia serta memperkenalkan kekayaan tradisi Kota Solo kepada masyarakat internasional.