Pemprov Jawa Tengah luncurkan logo, maskot, dan tema Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31.
SEMARANG, solotrust.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan logo, maskot, dan tema Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31, menandai kesiapan daerah itu menjadi tuan rumah perhelatan keagamaan terbesar di Indonesia. Peluncuran berlangsung di Komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kamis (25/6/2026).
Hadir dalam acara tersebut, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Sekda Jawa Tengah Sumarno, dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. Peluncuran ditandai dengan penancapan gunungan dan pengenalan maskot.
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengapresiasi soliditas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam mempersiapkan agenda nasional tersebut. Dia menilai, kekompakan antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan seluruh unsur penyelenggara, menjadi modal penting menghadirkan MTQ yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Gubernur, wakil gubernur selaku ketua panitia, Kanwil, hingga wali kota hadir dan sangat kompak, dalam momentum penting peluncuran tema, logo, dan maskot MTQ ke-31 di Semarang,” ujarnya.
Menurut Menag, MTQ di Jawa Tengah tidak hanya akan menonjolkan kemeriahan syiar, tetapi juga menghadirkan ruang pendalaman makna Al-Qur’an. Sejumlah agenda tambahan telah disiapkan, mulai dari seminar, kuliah umum, hingga forum keilmuan, yang melibatkan para pakar Al-Qur’an.
Dia menyebut, lebih dari 100 dewan hakim dan ahli Al-Qur’an akan berkumpul di Semarang. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberi kontribusi akademik, melalui kegiatan di perguruan tinggi maupun pondok pesantren.
“Bahkan, peluang menghadirkan cendekiawan dari luar negeri juga terbuka, untuk memperkaya perspektif tentang kemuliaan Al-Qur’an,” tuturnya.
Nasaruddin menegaskan, MTQ merupakan festival Al-Qur’an berskala besar yang memiliki kekhasan Indonesia, karena berlangsung berjenjang dari tingkat lingkungan hingga nasional, dan telah berkembang menjadi pesta rakyat.
“MTQ bukan hanya perlombaan, tetapi ruang perjumpaan masyarakat dengan nilai-nilai Al-Qur’an,” katanya.
