Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Kelompok 12.
NGADIKERSO, solotrust.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Kelompok 12 menggelar kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan inovasi sayur pack bersama Kelompok Petani Muda Karya Muda di Desa Ngadikerso, KecamatanSumowono, Selasa (11/8/2026) pukul 20.00 WIB.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendorong peningkatan nilai jual serta daya saing hasil pertanian lokal.
Inovasi sayur pack dipilih dengan melihat potensi hasil pertanian di Desa Ngadikerso yang cukup beragam. Selama ini, sebagian hasil pertanian masih dijual dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai tambah yang diperoleh petani masih dapat dikembangkan. Melalui inovasi pengemasan, mahasiswa KKN berupaya memperkenalkan konsep sederhana untuk menjadikan hasil pertanian lebih praktis, menarik, dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Program KKN UNW Kelompok 12 tersebut diketuai Agung Setiyawan, mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital Universitas Ngudi Waluyo, dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ns. Trimawati, S.Kep., M.Kep.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai pentingnya inovasi dan pengemasan dalam meningkatkan daya tarik produk pertanian. Para peserta diperkenalkan pada proses pembuatan sayur pack yang meliputi pemilihan sayuran, sortasi, pembersihan, penentuan komposisi, penataan, hingga pengemasan. Sayur pack dirancang sebagai paket sayuran yang berisi beberapa jenis komoditas dalam satu kemasan, sesuai kebutuhan konsumen.
Konsep ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi konsumen sekaligus memberikan peluang bagi petani untuk memperoleh nilai tambah dari hasil panennya.
Ketua KKN UNW Kelompok 12, Agung Setiyawan menyampaikan, program tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan potensi yang telah dimiliki masyarakat.
“Kami melihat hasil pertanian di Desa Ngadikerso memiliki potensi yang sangat baik. Melalui inovasi sayur pack, kami ingin membantu memberikan alternatif agar hasil pertanian tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikemas menjadi produk yang lebih menarik dan memiliki nilai tambah,” ujar Agung.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak harus dimulai dari sesuatu yang kompleks. Langkah sederhana seperti memperhatikan kualitas, kebersihan, komposisi, dan tampilan kemasan dapat menjadi bagian dari strategi meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen.
KolaborasiMahasiswa dan Kelompok Petani Muda
Kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga praktik secara langsung. Mahasiswa KKN bersama anggota Kelompok Petani Muda Karya Muda mencoba mempraktikkan proses pembuatansayur pack menggunakan hasil pertanian lokal.
Ketua Kelompok Petani Muda Karya Muda, Gufron, turut mendampingi pelaksanaan kegiatan dan memberikan gambaran mengenai kondisi serta potensi hasil pertanian yang dikembangkan oleh para petani muda di Desa Ngadikerso.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena mahasiswa tidak hanya memberikan gagasan, tetapi juga menyesuaikan inovasi dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, para petani muda diharapkan dapat memperoleh wawasan baru mengenai pengembangan produk, khususnya dalam hal pengemasan dan pemasaran hasil pertanian. Inovasi sayur pack juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Berpotensi Dikembangkan melalui Pemasaran Digital
Selain aspek pengemasan, mahasiswa KKN Kelompok 12 juga melihat adanya peluang untuk mengembangkan pemasaran sayur pack melalui media digital. Produk yang dikemas secara rapi dan menarik dinilai lebih mudahdiperkenalkan kepada konsumen melalui media sosial maupun platform digital lainnya. Ke depan, sayur pack dapat dikembangkan melalui berbagai variasi paket berdasarkan kebutuhan konsumen, seperti paket sayur rumah tangga, paket sayur hemat, maupun paket sayur yang disesuaikan dengan menu tertentu. Dengan adanya inovasi tersebut, hasil pertanian lokal diharapkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi, tetapi juga mampu memiliki identitas produk yang dapat dikenal oleh masyarakat secara lebih luas.
Langkah Awal Pemberdayaan Petani Muda
Dosen PembimbingLapangan KKN Kelompok 12, Ns. Trimawati, S.Kep., M.Kep. mengatakan, kegiatan KKN diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk melihat dan mengembangkan potensi yang ada di masyarakat.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya agar program KKN tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memberikanmanfaat yang dapat dikembangkan oleh masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN.
Kegiatan sosialisasi dan pembuatan inovasi sayur packmenjadi salah satu bentuk kontribusi KKN UNW Kelompok 12 dalam mendukung pemberdayaan masyarakat Desa Ngadikerso. Program ini diharapkan dapat mendorong generasi muda petani untuk terus berinovasi dalam mengelola potensi pertanian yang ada di wilayahnya.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN dengan Kelompok Petani Muda Karya Muda diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan saja, tetapi dapat dilanjutkan melalui pengembangan produk, peningkatan kualitas kemasan, penentuan harga yang sesuai, serta perluasan pemasaran.
Melalui inovasi sederhana yang berbasis pada potensi lokal, KKN Universitas Ngudi Waluyo Kelompok 12 bersama Kelompok Petani Muda Karya Muda Desa Ngadikerso berupaya mendorong hasil pertanian lokal agar memiliki nilai tambah, daya tarik, dan peluang pasar yang lebih luas.
