Penari topeng asal Gianyar, Bali, I Ketut Kodi saat tampil di International Mask Festival (IMF) Solo 2022. (Foto: Dok. solotrust.com/dks)
SOLO, solotrust.com - Kota Solo kembali menghadirkan pertunjukan seni melalui International Mask Festival (IMF) 2025, sebuah pagelaran seni topeng berskala internasional, diselenggarakan pada Jumat dan Sabtu (14-15/11/2025) di Pendhapi Gede Balai Kota Solo. Festival tahunan ini akan berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB dan terbuka untuk umum tanpa biaya masuk.
Mengusung tema ‘Awesome Mask’, IMF 2025 hadir sebagai ajang perayaan dan apresiasi kekayaan seni topeng dari berbagai penjuru Nusantara dan dunia yang mengagumkan. Tema ini dipilih sebagai bentuk apresiasi terhadap topeng, bukan sekadar artefak seni, namun juga simbol kebijaksanaan, identitas, serta kekuatan kebersamaan dalam keberagaman budaya.
Tahun ini, IMF 2025 menampilkan beragam rangkaian acara, antara lain pertunjukan tari topeng, konferensi internasional (International Mask Organization/IMO), pameran topeng, serta bazar kuliner dan kriya lokal. Melalui format menyatukan unsur seni, edukasi, dan ekonomi kreatif, IMF diharapkan dapat menjadi ruang kolaboratif mempertemukan seniman, masyarakat, dan penikmat budaya.
Sebagai puncak pembuka, Banda Neira, duo musik legendaris Indonesia akan tampil secara eksklusif pada Jumat (14/11/2025) di panggung utama. Penampilan ini menjadi simbol harmoni antara seni tradisi dan musik modern, menghadirkan pengalaman artistik yang menyentuh dan merefleksikan semangat kebersamaan dalam keberagaman.
Delegasi dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Solo, Banyumas, Jakarta, Yogyakarta, hingga Riau serta sejumlah negara sahabat, seperti Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Malaysia, dan Myanmar turut ambil bagian dalam festival ini. Mereka akan menampilkan ragam pertunjukan memadukan tradisi dan inovasi, menghadirkan pengalaman budaya mengagumkan bagi seluruh pengunjung yang hadir.
Sebagai bagian dari agenda besar, Konferensi Internasional (International Mask Organization/IMO) akan digelar pada Sabtu (15/11/2025) pukul 09.00 WIB di lantai tiga Gedung Sekretariat Bersama Kota Solo. Konferensi ini menjadi forum akademik dan kultural mempertemukan seniman, akademisi, dan praktisi seni topeng dari berbagai negara untuk berdiskusi mengenai perkembangan seni pertunjukan kontemporer dan pelestarian tradisi topeng di era global.
Kegiatan ini akan menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri, di antaranya Sri Waluyo, seorang dalang wayang golek sekaligus komposer; Mohd Kipli Abdul Rohman, Direktur Institut Seni Kreatif Nusantara (INSAN), Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia; Amandus Paul Panan, Koordinator Teater dan Tari pada Performing Arts Studies KPSK UiTM sekaligus anggota INSAN; serta Khin Mon Thu, pendiri DWM Dance Academy asal Myanmar, sekaligus penari, koreografer, dan pendidik.
Festival digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Solo, serta menjadi bagian dari rangkaian Karisma Event Nusantara 2025 ini turut didukung Semarak Candrakirana Art Center dan jaringan media partner nasional. Sinergi antarlembaga ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam memajukan kebudayaan Indonesia serta mempertegas identitas Solo sebagai kota budaya.
