Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol Dr H Agus Rohmat, menjadi narasumber dalam talkshow Ngashoow di TATV membahas Gerakan Ananda Bersinar sebagai upaya membangun generasi sehat, cerdas, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
SOLO, solotrust.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah terus mengintensifkan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui berbagai media. Salah satunya diwujudkan lewat program talkshow Ngashoow yang disiarkan oleh TATV dengan mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat melalui Gerakan Ananda Bersinar menuju Indonesia Emas 2045”. Rabu (08/07/2026)
Talkshow tersebut menghadirkan Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Dr H Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.HUM., yang membahas pentingnya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bebas dari ancaman penyalahgunaan narkotika sebagai modal utama menyongsong Indonesia Emas 2045.
Agus Rohmat mengatakan, upaya mewujudkan generasi unggul tidak dapat dilakukan oleh BNN semata. Menurutnya, keluarga, sekolah, pemerintah, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
“kami berharap banyak kepada Masyarakat, karena penanggul narkoba ini tidak bisa diserahkan kepada kepolisian maupun BNN dan aparat penegak hukum saja. Perlu kerja sama semua elemen bangsa yaitu semua masyarakat. Mari kita berperan sesuai dengan peran kita masing masing,” jelas Agus
Melalui Gerakan ‘Ananda Bersinar’, BNNP Jawa Tengah mendorong penguatan ketahanan keluarga sejak dini. Orang tua diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan anak, memberikan perhatian terhadap perkembangan mereka, serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami mengimbau kepada masyarkat khususnya orangtua untuk mengawasi anak anaknya, jangan sampai anak anaknya ini di era digital yang cukup maju ini harusnya dimanfaatkan secara positif, tapi justru nanti digunakan untuk hal hal yang tidak baik.
Sementara itu, lingkungan sekolah diharapkan menjadi ruang yang mendukung pembentukan karakter sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya narkotika.
Para mafia sekarang ini menggunakan dgital untuk peredaran narkotika. Oleh karena itu saya mohon kepada para orang tua awasi anaknya jangan sampai digital digunakan untuk hal hal yang negatif,” ucap Agus
Selain upaya pencegahan, Agus juga menegaskan pentingnya rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika. Ia menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut untuk melaporkan anggota keluarga yang mengalami penyalahgunaan narkoba karena rehabilitasi merupakan langkah pemulihan, bukan semata-mata bentuk penghukuman. BNN bersama Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) telah menyediakan layanan rehabilitasi yang dapat diakses masyarakat sesuai hasil asesmen yang dilakukan oleh tim profesional.
Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkotika tidak hanya diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang sadar akan pentingnya pencegahan dan berani membantu penyalahguna untuk pulih melalui rehabilitasi.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Rohmat turut mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi bagian dari upaya mewujudkan Jawa Tengah Bersinar (Bersih Narkoba). Ia mengingatkan agar anak-anak muda memiliki keberanian untuk menolak ajakan menggunakan narkoba, peduli terhadap teman yang mulai terjerumus, serta tidak ragu melapor apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
“Melalui gerakan Ananda Bersinar, gerakan anti narkoba itu dimulai dari anak. Ananda yaitu anak bangsa Indonesia yang diharapkan sebagai calon pemimpin bangsa di tahun 2045 yang harus sehat, cerdas, kuat dan yang mampu memiliki ketahanan diri yang kuat, tidak terpengaruh dengan narkoba dan yang mampu mengatakan tidak pada narkoba, say no to drug” ujar Agus.
Dari edukasi yang disampaikan dalam program Ngashoow, BNNP Jawa Tengah berharap semakin banyak masyarakat memahami bahaya narkotika sekaligus terlibat aktif dalam upaya pencegahan. Kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (shf)
