Kabag Umum BBGTK Jawa Tengah, Dian Fajarwati saat membuka acara reviu dan penyusunan standar pelayanan di Kantor BBGTK Jateng Gondangrejo Karanganyar, Rabu (08/07/2026)

KARANGANYAR, solotrust.com - Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Jawa Tengah (BBGTK Jateng) menyelenggarakan kegiatan reviu dan penyusunan standar pelayanan. Kegiatan berkala ini dilaksanakan melibatkan berbagai pemangku kepentingan atau stakeholder pendidikan guna menguji kelayakan dan standar pelayanan yang akan diterapkan pada 2026.
 
​Agenda kegiatan bertujuan untuk menjaring masukan dan menyepakati draf standar pelayanan sebelum nantinya disosialisasikan secara luas ke seluruh pemerintah kabupaten dan kota. Reviu dan penyusunan standar pelayanan digelar selama dua hari, Rabu dan Kamis (08-09/07/2026) di Kantor BBGTK Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.
 
​Kabag Umum BBGTK, Dian Fajarwati, mengatakan evaluasi sengaja melibatkan unsur internal dan eksternal secara seimbang. Peserta yang hadir dalam forum ini terdiri atas berbagai lini, antara lain perwakilan Dinas Pendidikan dan pejabat dinas terkait, guru dan kepala sekolah, mitra pembangunan pendidikan, perwakilan dari generation girl, pengelola taman kanak-kanak (TK), perwakilan sekolah negeri maupun swasta yang diselenggarakan oleh masyarakat, serta tim internal dari BBGTK Jawa Tengah.
 
​"Kami melayaninya tidak hanya sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta. Oleh karena itu, keterlibatan pihak internal dan eksternal dalam kegiatan ini dibuat seimbang," ungkapnya.
 
Adapun target utama dari agenda reviu dan  penyusunan standar pelayanan adalah untuk merampungkan proses reviu menuju tahap finalisasi, sehingga standar pelayanan tersebut siap untuk dipublikasikan serta disosialisasikan. Saat ini, terdapat sembilan standar pelayanan sedang digodok. 
 
Pihak BBGP Jateng juga menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) untuk memberikan masukan kritis, termasuk mengevaluasi apakah jumlah sembilan standar tersebut sudah ideal atau perlu dikemas kembali agar lebih sederhana.
 
​"Narasumber akan memberikan masukan apakah sembilan standar ini terlalu banyak atau tidak. Jika memang dirasa terlalu banyak, bagaimana cara mengemasnya supaya lebih simpel dan sederhana, namun tetap efektif untuk diterapkan," papar Dian Fajarwati. 
 
BBGTK Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pelayanan demi memfasilitasi pengembangan dan pemberdayaan guru serta tenaga kependidikan di wilayah tersebut. Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), BBGTK  telah menetapkan standar baku untuk seluruh jenis standar layanan.
 
"Standar ini mencakup hal-hal teknis sebelum peserta hadir, hingga prosedur formal bagi mitra pembangunan pendidikan atau sekolah yang ingin berkolaborasi dan mengundang fasilitator serta narasumber. Data persentase kepuasan layanan kami telah dipublikasikan secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat Jawa Tengah dan kemitraan yang terus bertumbuh," paparnya. 
 
Penerapan standar secara konsisten terbukti berhasil meningkatkan kepercayaan publik secara signifikan. Hal ini ditandai dengan melonjaknya permintaan kerja sama dari berbagai pihak eksternal, komunitas belajar, hingga organisasi mitra. 
 
Bentuk kolaborasi mencakup pembuatan memorandum of understanding (MoU), kontrak kerja sama, hingga penyelenggaraan berbagai program pelatihan mandiri seperti kunjungan belajar, webinar, dan workshop kompetensi. Tingginya antusiasme para guru  mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi, terutama pada masa liburan akhir tahun pelajaran menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran pegawai BBGTK Jawa Tengah untuk terus memberikan pelayanan lebih cepat dan berkualitas. (joe)