Alm. Ir. Wachid Nurmiyanto
SEMARANG, solotrust.com – DPRD Kota Semarang kembali berduka. Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Ir. Wachid Nurmiyanto, meninggal dunia pada Rabu (6/5/2026) di salah satu rumah sakit di Kota Semarang setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya.
Almarhum wafat pada usia 67 tahun dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, serta jajaran DPRD Kota Semarang. Rencananya, almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Giriloyo, Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kamis (7/5/2026) pukul 10.00 WIB.
Wachid Nurmiyanto dikenal sebagai salah satu legislator senior di DPRD Kota Semarang. Selama karier politiknya, ia telah mengemban amanah sebagai anggota DPRD selama empat periode berturut-turut, yakni periode 2009–2014, 2014–2019, 2019–2024, dan 2024–2029.
Selain aktif di legislatif, almarhum juga pernah menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kota Semarang periode 2020–2025 serta Bendahara DPW PAN Jawa Tengah.
Kepergian Wachid meninggalkan kesan mendalam bagi rekan-rekannya di DPRD. Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati, mengenang almarhum sebagai sosok senior yang menjadi rujukan bagi anggota dewan, terutama dalam menjalankan fungsi-fungsi kedewanan.
"Beliau merupakan salah satu anggota DPRD yang sangat senior. Ini periode keempat beliau di DPRD Kota Semarang. Bagi saya yang tergolong baru di DPRD, sosok Pak Wachid adalah guru yang banyak memberikan contoh dan pembelajaran," ujar Dini, Kamis (7/5/2026).
Menurut Dini, almarhum dikenal memiliki pemahaman yang kuat terkait tugas dan fungsi legislatif sehingga kerap menjadi tempat berdiskusi bagi anggota dewan lainnya.
"Beliau sering menjadi rujukan terkait agenda-agenda kedewanan maupun pelaksanaan fungsi DPRD. Pengalaman beliau yang panjang membuat banyak anggota dewan belajar dari beliau," katanya.
Tak hanya berpengalaman, Wachid juga dikenal sebagai sosok yang kritis dan tetap bersemangat dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
"Walaupun sudah memasuki periode keempat, beliau tetap kritis dan memiliki semangat yang luar biasa. Kinerjanya sangat baik dan beliau selalu aktif memberikan masukan dalam berbagai pembahasan di DPRD sebelum akhirnya jatuh sakit," ungkap Dini.
Ia menilai semangat pengabdian yang ditunjukkan almarhum dapat menjadi inspirasi bagi anggota DPRD lainnya dalam menjalankan tugas sebagai mitra pemerintah sekaligus representasi masyarakat.
"Semangat dan daya kritis beliau sangat besar. Ini menjadi teladan bagi kami untuk terus menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran secara optimal demi kepentingan masyarakat," tuturnya.
Dini juga mengenang keterlibatan terakhir almarhum dalam sejumlah agenda strategis DPRD, termasuk pembahasan anggaran daerah tahun 2026.
Kepergian Wachid Nurmiyanto tidak hanya meninggalkan kehilangan bagi keluarga dan Partai Amanat Nasional (PAN), tetapi juga bagi DPRD Kota Semarang yang telah menjadi tempat pengabdiannya selama lebih dari satu dekade. Jejak pengabdian dan dedikasinya sebagai legislator senior akan tetap dikenang oleh rekan-rekan sejawat maupun masyarakat Kota Semarang.
