Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi
SEMARANG, solotrust.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana pada masa pancaroba, yaitu periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Terlebih, musim kemarau ini dipengaruhi fenomena El Nino.
Melansir Jatengprov.go.id Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan, informasi dari BMKG, saat ini wilayah Jawa Tengah masih berada pada masa transisi musim, yang ditandai dengan cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang.
“Meski secara umum mulai masuk musim kemarau, kondisi saat ini masih pancaroba. Potensinya bisa hujan lebat atau angin kencang,” katanya ditemui di kantornya di Semarang, Rabu (15/4/2026).
Bergas menjelaskan, fenomena El Nino diperkirakan akan mendorong peningkatan intensitas kemarau, dengan puncak yang berpotensi terjadi pada 2026 atau 2027, mengacu pada pola kejadian sebelumnya seperti pada 2019 dan 2023.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, ujarnya, BPBD Jateng telah mengimbau pemerintah kabupaten/kota untuk menyiapkan sarana dan prasarana, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.
Upaya yang dilakukan antara lain, terang Bergas, pembangunan sumur dalam dan sistem penyediaan air minum (SPAM) oleh pemerintah daerah, serta penyiapan armada tangki air untuk distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
“Beberapa upaya sudah dilakukan pemerintah provinsi dengan menambah air sumur, begitu ya. Sumur dalam untuk tambahan-tambahan atau membangun SPAM, gitu, sudah dilakukan melalui program-program pemerintah provinsi tentunya,” bebernya.
Bergas menuturkan, pemprov menyiapkan sarana prasarana pendukung untuk menyuplai air bersih. Seperti alat transportasi, tangki, menyiapkan anggaran kabupaten/ kota, dengan melihat histori sebelumnya. (Ak/Ul, Diskomdigi Jateng)
