Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn. melakukan pengalungan samir ke salah satu wisudawan, Rabu (15/04).
SOLO, solotrust.com - Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar wisuda Program Sarjana, Sarjana Terapan, Magister, dan Doktor Periode I Tahun 2026 dengan total 295 wisudawan. Prosesi berlangsung khidmat di Pendopo Ageng “KGPH Joyokusumo”, Kampus Kentingan, dan menjadi momentum penting bagi para lulusan dalam menapaki babak baru kehidupan.
Dalam laporan resmi, jumlah lulusan yang diwisuda terdiri dari berbagai program studi. Program Sarjana mendominasi dengan lulusan dari Seni Karawitan sebanyak 50 orang, Tari 53 orang, serta Film dan Televisi 36 orang. Disusul program studi lain seperti Seni Murni, Desain Interior, hingga Fotografi. Sementara itu, program Sarjana Terapan meluluskan 16 mahasiswa, Magister 13 mahasiswa, dan Doktor sebanyak 6 mahasiswa.
Secara akademik, capaian para wisudawan tergolong membanggakan. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) program Sarjana mencapai 3,58 dengan masa studi maksimal 9 semester. Program Sarjana Terapan mencatat IPK rata-rata 3,76, Magister 3,82, dan Doktor 3,91. Adapun IPK tertinggi diraih oleh lulusan Sarjana dengan nilai sempurna 4,00.
Selain itu, masa studi tercepat juga menjadi sorotan, yakni 3 tahun 4 bulan untuk program Sarjana, 3 tahun 6 bulan untuk Sarjana Terapan, 2 tahun untuk Magister, dan 2 tahun 4 bulan untuk Doktor.
Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn. dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar penutup perjalanan akademik, melainkan awal dari kontribusi nyata di masyarakat. Ia menekankan bahwa lulusan ISI Surakarta memiliki peran strategis sebagai pelaku budaya yang mampu menjaga tradisi sekaligus berinovasi di era digital.
“Para lulusan tidak hanya membawa keterampilan seni, tetapi juga tanggung jawab besar sebagai penjaga nilai budaya bangsa dan pionir kreativitas di tengah perkembangan teknologi,” ujarnya. Rabu (15/04).
Ia juga mendorong para wisudawan untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai panggung global dalam mempublikasikan karya seni, sekaligus tetap menjaga kearifan lokal agar terus hidup dan berkembang.
Sejak berdiri, ISI Surakarta telah meluluskan sebanyak 9.822 alumni dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Ahli Madya hingga Doktor. Angka ini menjadi bukti kontribusi institusi dalam mencetak generasi seniman dan akademisi seni di Indonesia.
Menutup acara, pihak kampus menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan, keluarga, serta civitas akademika atas dedikasi dan kerja keras selama proses pendidikan. Harapannya, para lulusan dapat terus berkarya, menginspirasi, serta membawa nama baik almamater di tingkat nasional maupun global. (YTP)
