Mahasiswa KKN Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) 96 sukses menggelar program kerja unggulan Eco-Burner dalam pemanfaatan limbah drum untuk pembakaran sampah minim asap. (Foto: Dok. Kelompok KKN 96 UNS)
NGAWI, solotrust.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 96 berhasil menyelenggarakan program kerja unggulan dengan mengusung tema Eco-Burner: Optimalisasi Keterlibatan Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah Drum guna Pembakaran Sampah Minim Asap di Balai Desa Klampisan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (07/02/2026).
Program ini dilatarbelakangi kebiasaan warga membakar sampah secara terbuka di pekarangan rumah dan tidak adanya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Hal ini membuat warga membakar sampah di ruang terbuka, mengakibatkan polusi udara berlebih lewat pembakaran sampah terbuka. Asap hasil pembakaran kerap menyebar ke lingkungan sekitar dan berpotensi menimbulkan polusi udara serta gangguan kesehatan bagi masyarakat.
Melalui Inovasi Eco-Burner, mahasiswa KKN UNS 96 hadir memberikan solusi dengan memanfaatkan drum bekas sebagai alat pembakar sampah minim asap. Sitem sirkulasi udara terkontrol pada drum menghasilkan asap lebih minim dibandingkan dengan pembakaran secara terbuka. Kegiatan ini juga disertai edukasi kepada warga terkait pentingnya pengolahan sampah ramah lingkungan.
Penanggung jawab program kegiatan, Ronaldo Maria Pereira Alves, menjelaskan Eco-Burner dirancang sebagi solusi teknologi tepat guna yang dapat dibuat secara mandiri oleh masyarakat dengan biaya terjangkau dan tidak memakan banyak lahan.
“Melalui program ini, saya berharap ibu-ibu dan bapak-bapak menjadi lebih peduli dalam mengelola sambah secara bijak, sekaligus bisa memiliki alat ini di setiap rumah dengan memanfaatkan limbah drum yang bernilai guna,” ujarnya.

Inovasi ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDG’s) dalam upaya mewujudkan lingkungan tempat tinggal sehat dan layak. Lingkungan bersih dari polusi asap dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta menunjang produktivitas.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Anita Zulfiani memberikan apresiasinya terhadap mahasiswa KKN 96. Program kerja inovasi ini memberikan dampak positif terhadap warga Desa Klampisan serta respons warga terbuka dengan adanya kegiatan ini.
“Saya berterima kasih kepada warga Klampisan yang sudah menerima adik-adik KKN di sini, serta hadir dalam kegiatan ini dan terciptanya Eco-Burner. Tidak hanya teori yang dimiliki, adik-adik dapat mengimplentasikan teori tersebut dalam teknologi ini dan berbagi pengetahuan kepada warga di Klampisan,” kata Anita Zulfiani.
“Saya berharap alat ini bisa menjadi alternatif dalam pengelolahan sampah tanpa harus mengganggu tetangga akibat asap yang dihasilkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Klampisan, Suratno, turut menyampaikan dukungannya terhadap program unggulan yang dibawa mahasiswa KKN 96 UNS.
“Adanya kegiatan ini, saya berterima kasih kepada adik-adik karena mengenalkan Eco-Burner dan telah memerhatikan apa yang desa tidak miliki sehingga dibuatkan inovasi ini. Alat ini bisa menjadi solusi bagi warga untuk membakar sampah, selain itu tidak membutuhkan lahan yang luas,” sebut Suratno.
