Associate Director, Business Development, Exhibitions and Digital Business HKTDC, Samuel Cheng mengumumkan HKTDC buka akses pasar global, pameran dagang Internasional yang akan digelar di Hong Kong Maret-April 2026. (Foto: Dok. Pusaka Communications)

JAKARTA, solotrust.com - Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) kembali membuka peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia untuk menembus pasar global melalui rangkaian pemeran dagang internasional yang akan digelar di Hong Kong pada Maret hingga April 2026. Pameran ini mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari perhiasan, lifestyle, fashion, hingga percetakan dan pengemasan.

Associate Director, Business Development, Exhibitions and Digital Business HKTDC, Samuel Cheng, mengatakan pameran ini menjadi platform sourcing efektif bagi pembeli dan distributor Indonesia untuk menjalin kemitraan bisnis dengan pemasok global. Hong Kong, kata dia, tetap menjadi hub perdagangan internasional strategis dengan akses luas ke pasar dunia.

“Pada 2026, kami optimistis akan semakin banyak perusahaan Indonesia berpartisipasi dan memanfaatkan Hong Kong sebagai gerbang ekspansi global,” kata Samuel Cheng dalam siaran pers diterima solotrust.com, Kamis (22/01/2026).

Sejumlah pameran unggulan akan digelar pada awal Maret, di antaranya Hong Kong International Diamond, Gem & Pearl Show dan Hong Kong International Jewellery Show. Kedua ajang ini dikenal sebagai pasar perhiasan terpadu terbesar di dunia dan pada penyelenggaraan sebelumnya berhasil menarik puluhan ribu pembeli dari ratusan negara.

Selain itu, pada akhir April 2026, HKTDC juga akan menggelar rangkaian pameran lifestyle meliputi Hong Kong Gifts & Premium Fair, Home InStyle, Fashion InStyle, serta Hong Kong International Printing & Packaging Fair. Pameran ini menghadirkan tren terbaru produk konsumen dan solusi inovatif lintas industri dalam satu lokasi.

Hubungan dagang Hong Kong dan Indonesia sendiri terus menunjukkan penguatan. Pada 2024, Indonesia tercatat sebagai mitra dagang terbesar keenam Hong Kong di kawasan ASEAN dengan nilai perdagangan mencapai lebih dari USD 4,7 miliar.

Melalui penerapan model EXHIBITION+ mengintegrasikan pameran fisik dan digital, HKTDC berharap pelaku usaha Indonesia dapat memperluas jejaring, mempercepat transaksi, serta menghadirkan peluang bisnis berkelanjutan di pasar internasional. (Arien Gita Maharani)