Tangkal Disinformasi Sekaligus Angkat Potensi Daerah, Pemkab Sukoharjo Perkuat Sinergi Bersama Jurnalis

SUKOHARJO, solotrust.com- Pemkab Sukoharjo mengajak jurnalis menangkal hoaks melalui pemberitaan berbasis fakta sekaligus mempromosikan potensi daerah di tengah derasnya disinformasi media sosial.Berlangganan koran digital Ajakan tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah (Setda) Sukoharjo, Roni Wicaksono, dalam Media Gathering dan Workshop yang digelar Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) di kawasan wisata Dieng, Wonosobo, Jumat–Sabtu 16–17 Oktober 2026. 
 
Mewakili Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo, Roni menekankan pentingnya peran pers dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang. Menurutnya, pemberitaan berbasis fakta diperlukan untuk mengimbangi disinformasi di media sosial sekaligus menjaga kondusivitas masyarakat. 
 
"Kami menyadari kekuatan media sosial di ruang publik sangat besar. Hanya saja, sering kali banyak disinformasi sehingga diperlukan penyeimbang melalui pemberitaan berbasis fakta sebagai upaya bersama menangkal penyebaran hoaks," ujar Roni.
 
Ia juga mengajak jurnalis membantu memperkenalkan potensi lokal Sukoharjo ke tingkat nasional, terutama sektor pariwisata, investasi, dan produk unggulan daerah. 
 
"Kami berharap teman-teman jurnalis untuk bersama-sama menggaungkan dan memviralkan potensi lokal, baik di sektor pariwisata, investasi, maupun produk unggulan daerah ke tingkat nasional," katanya. 
 
Dalam kesempatan itu, Roni mengungkapkan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, menjadi salah satu fokus Plt Bupati Sukoharjo. Sebelumnya, kerusakan sejumlah ruas jalan banyak dikeluhkan masyarakat melalui media sosial. Ia mempersilakan jurnalis menggali informasi lebih lanjut mengenai program pembangunan dan penanganan infrastruktur kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sukoharjo. 
 
Sementara itu, Kepala Bagian Prokopim Setda Sukoharjo, Wisnu Pramudiya Wardhana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada jurnalis yang bertugas di Sukoharjo. 
 
Selain mempererat komunikasi, kegiatan itu menjadi ruang penyegaran bagi jurnalis sekaligus sarana memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Wisnu juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dan independensi pers dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ), mengutamakan akurasi data, serta menyajikan berita secara berimbang. 
 
"Melalui kegiatan ini, Pemkab Sukoharjo berharap informasi mengenai pelayanan publik dan pembangunan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara cepat, akurat, transparan, dan merata," ujarnya. 
 
Perwakilan jurnalis, Edwi Puyono, mengapresiasi penyelenggaraan media gathering dan workshop tersebut di tengah penerapan kebijakan efisiensi anggaran. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers. 
 
"Kami mewakili teman-teman jurnalis berharap kegiatan semacam ini bisa rutin sehingga tercipta kolaborasi dari semua elemen untuk mendukung terwujudnya Sukoharjo yang semakin maju, makmur, dan membanggakan," katanya. 
 
Studi Potensi Wisata  Selain berdialog mengenai pembangunan daerah dan profesionalisme jurnalistik, rombongan jurnalis juga mengunjungi sejumlah objek wisata di kawasan Dieng sebagai bagian dari agenda studi banding. 
 
Kegiatan dimulai Sabtu dini hari sekira pukul 03.00 WIB. Di tengah suhu udara yang mencapai 11 derajat Celsius, rombongan menyaksikan matahari terbit dari Bukit Sikunir. Agenda dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan jip menuju sejumlah destinasi, yakni Gardu Pandang atau Pintu Langit, Kawah Sikidang, dan kompleks Candi Arjuna. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para jurnalis untuk mengenal potensi wisata Dieng sekaligus melihat peluang pengembangan dan promosi destinasi wisata sebagai salah satu sektor unggulan daerah. (nas)