Gudang tertutup yang berlokasi di Jalan Indronoto, Desa Wirogunan, Sukoharjo dipasang garis Polisi.
SUKOHARJO, solotrust.com- Operasi senyap berskala besar gegerkan warga Kartasura, Sukoharjo! Sebuah gudang tertutup yang berlokasi persis di Jalan Indronoto, Desa Wirogunan—hanya sejengkal dari sebelah utara Terminal Kartasura—mendadak disergap jajaran penyidik Polda Metro Jaya.
Siapa sangka, bangunan berpagar besi yang tertutup rapat oleh bentangan terpal biru itu ternyata disinyalir kuat menjadi pabrik rahasia penyedia obat keras ilegal jenis Tramadol.
Skenario pelaku yang berusaha membaur halus dengan lingkungan sekitar akhirnya berantakan. Berdasarkan data yang dihimpun, gudang tersebut rupanya baru disewa pada 9 September 2026. Artinya, belum genap dua bulan beroperasi, 'bisnis haram' bernilai ratusan juta ini keburu diendus dan diacak-acak kepolisian!
Misteri Terpal Biru & Mitos Pabrik Kardus
Kehadiran penghuni baru di gudang tersebut dari awal memang sudah memantik tanda tanya warga. Kepada pengurus lingkungan setempat, penyewa berdalih akan memanfaatkan lokasi tersebut untuk tempat pembuatan kardus.
"Informasi dari Pak RT, sewanya mulai 9 September 2026. Katanya mau dipakai untuk pabrik kardus," ungkap Kepala Dusun Wirogunan, Caka Dalma Putranto.
Namun, alibi pabrik kardus itu perlahan layu. Alih-alih sibuk beraktivitas di siang bolong layaknya pabrik konvensional, gudang ini justru bagaikan "bangunan mati" saat matahari terbit. Seluruh celah dibarikade, membuat pandangan dari luar benar-benar gelap gulita.
Bau amis aktivitas ilegal baru tercium tatkala malam mulai larut. Warga kerap melihat beberapa kendaraan asing keluar-masuk area gudang secara diam-diam di bawah kegelapan malam.
"Informasinya kendaraan sering keluar-masuk, tapi tempatnya sangat tertutup rapat. Ada warga yang menyebut aktivitasnya justru baru hidup kalau malam hari," lanjut Caka.
Dua Hari Bersiaga: Polisi Kunci Rapat Area, Warga Dilarang Mendekat
Penggerebekan oleh jajaran Polda Metro Jaya berlangsung super ketat dan dramatis selama dua hari berturut-turut, mulai Kamis (15/10/2026) hingga Jumat (16/10/2026).
Caka menceritakan, dirinya mendadak dipanggil ke lokasi sekitar pukul 16.00 WIB pada Kamis sore. Saat tiba, barikade petugas berseragam dan berpakaian preman sudah mengepung area gudang. Ia hanya diizinkan berada di pelataran parkir hingga pukul 22.00 WIB tanpa diperbolehkan melangkah masuk ke dalam area produksi.
"Saya diminta datang saat penggerebekan, tapi cuma bisa berdiri di luar, di area parkiran. Tidak boleh masuk ke dalam sama sekali. Dari luar, saya melihat petugas bolak-balik mengangkut barang-barang dari dalam gudang," beber Caka menggambarkan ketatnya pengamanan malam itu.
Lantaran dijaga ketat dengan prosedur khusus, jumlah pasti mesin cetak maupun tonase butiran Tramadol yang disita masih dirahasiakan oleh pihak kepolisian.
Kini, bangunan berpagar terpal biru di dekat Terminal Kartasura itu telah dipasangi garis polisi (police line). Polda Metro Jaya terus melakukan pengembangan marathon guna membongkar siapa mastermind (otak utama) serta alur distribusi jaringan obat keras ilegal yang nekat beroperasi di Sukoharjo ini. (nas)
