Penangkapan Eks Napiter Pembakar Warung Non-Halal.
SUKOHARJO, solotrust.com- Proses penangkapan seorang mantan narapidana terorisme (eks napiter) berinisial A-S di kawasan Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, berlangsung mencekam. Warga asal Jawa Barat tersebut terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas usai melakukan perlawanan sengit menggunakan senjata tajam dan anak panah.
A-S ditangkap tim gabungan kepolisian karena diduga kuat sebagai pelaku utama aksi perusakan dan pembakaran sebuah warung kuliner non-halal di Sukoharjo pada 12 September lalu.
Aksi Kejar-kejaran dan Perlawanan Pelaku
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) milik warga di lokasi kejadian, proses penangkapan sempat diwarnai aksi kejar-kejaran tegang antara pelaku dan petugas di jalanan desa. Seorang anggota polisi bahkan sempat terjatuh saat berupaya memotong jalur pelaku yang terus menggeber sepeda motornya untuk melarikan diri.
Meski demikian, melalui pengejaran ketat dan penerapan strategi di lapangan, petugas berhasil mengepung pelaku. Namun, bukannya menyerahkan diri, A-S justru mengabaikan tembakan peringatan dan menyerang petugas.
"Dalam proses penangkapan, pelaku melakukan perlawanan sengit menggunakan senjata tajam dan anak panah hingga mengakibatkan dua anggota kami mengalami luka-luka," ujar Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan.
Karena tindakan pelaku mengancam keselamatan jiwa petugas, polisi mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak pelaku hingga berhasil dibekuk. Dua anggota polisi yang terluka kini kondisinya telah membaik setelah mendapatkan perawatan medis.
Kapolda Jateng Tinjau Lokasi dan Sita Senjata Tajam
Pada Senin malam, Kapolda Jawa Tengah bersama jajaran kepolisian langsung meninjau rumah kediaman pelaku di Sukoharjo. Mantan Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN tersebut memeriksa secara langsung barang bukti yang diamankan dari lokasi.
Dari hasil penggeledahan di rumah pelaku, polisi menyita berbagai barang bukti senjata tajam dan senjata berbahaya, di antaranya pisau sangkur, samurai, busur beserta anak panah, hingga senapan angin.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan atas kasus perusakan serta pembakaran warung kuliner tersebut guna mengusut tuntas kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain. (nas)
