Ilustrasi (Foto: Pixabay/StockSnap)

SOLO, solotrust.com - Musim mudik Lebaran 2026 telah di ambang pintu. Meski hari kemenangan masih beberapa pekan lagi, ‘peperangan’ memperebutkan tiket transportasi umum, khususnya kereta api (KA) dan bus antarkota, dilaporkan telah mencapai level tertinggi.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan sejumlah operator transportasi resmi mulai membuka pemesanan tiket untuk periode keberangkatan H-7 Lebaran, memicu lonjakan trafik pada berbagai platform pemesanan daring.

Fenomena war tiket tahun ini diprediksi lebih sengit dibandingkan tahun sebelumnya. Data menunjukan tiket untuk rute-rute favorit dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur ludes terjual hanya dalam hitungan menit setelah sistem dibuka pada pukul 00.00.

Promo Strategis dan Inovasi Layanan

Guna mengurai penumpukan di hari puncak, sejumlah Online Travel Agent (OTA) menggandeng perbankan untuk menawarkan promo menarik. Strategi flash sale dan skema cashback hingga 15 persen menjadi senjata utama menarik minat pemudik agar memilih jadwal keberangkatan lebih awal. Hal ini dilakukan sebagai upaya moderasi arus mudik agar tidak terkonsentrasi pada H-3 Lebaran saja.

Panduan Memenangkan Kursi Mudik

Bagi para pencari tiket, kecepatan akses internet bukan lagi satu satunya penentu kemenangan. Para ahli digital menyarankan pemudik untuk memaksimalkan fitur Saved Passenger pada aplikasi guna memangkas waktu pengisian data NIK. Penggunaan metode pembayaran instan seperti Virtual Account atau dompet digital juga sangat krusial untuk menghindari pembatalan otomatis oleh sistem akibat keterlambatan verifikasi bank.

Antisipasi dan Jalur Alternatif

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk tidak terpaku pada satu moda transportasi atau satu rute langsung. Strategi ‘Rute Terusan’ atau memanfaatkan program Mudik Gratis diselenggarakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi opsi rasional di tengah ketatnya persaingan tiket reguler.

Masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap praktik percaloan tiket di media sosial. Memastikan transaksi hanya melalui kanal resmi adalah langkah preventif mutlak demi keamanan dan kenyamanan perjalanan menuju kampung halaman. (Arien Gita Maharani)

*) Berbagai Sumber