Simbolisme pembukaan Solo Batik Carnival ke-17.
SOLO, solotrust.com- Solo Batik Carnival (SBC) ke-17 kembali hadir memeriahkan kota Surakarta melalui Grand Carnival yang digelar pada Sabtu (11/7/2026). Mengusung tema “P17OELAS” yang merupakan singkatan dari Pitulungan lan Welas, perhelatan budaya tahunan ini mengangkat nilai kebersamaan, kepedulian, dan kasih sayang sebagai pesan utama yang diwujudkan melalui karya seni, busana batik, dan pertunjukan budaya.
Grand Carnival diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri sejumlah tahu kehormatan, diantaranya Miss Supraglobal 2026, Rosalina Risang Sekar Limbangsari, Miss Asia Global Indonesia 2026, Rona, dan Putri Batik II 2025, Rona Aluna.
Acara yang dipandu oleh Abhista Bintang Nugraha dan Odie Adelia Cantika ini dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dibawakan oleh Band FME. Selanjutnya, Ketua Yayasan Solo Batik Carnival, Lia Imelda, menyampaikan bahwa menjaga dan melestarikan batik merupakan bagian penting untuk menjaga nilai kreativitas masyarakat.
“Melalui Solo Batik Karnival, besar harapan kami agar batik tidak hanya dikenal sebagai tirai tradisional, tetapi terus tumbuh sebagai identitas budaya yang hidup dan mampu menggerakan ekonomi kreatif masyarakat kota Surakarta,” ucapnya.
Selanjutnya Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto menambahkan, batik bukan hanya warisan budaya tetapi juga sumber inspirasi yang terus hidup dan berkembang.
“Solo Batik Carnival merupakan sebuah panggung yang mempertemukan kreativitas, budaya, Inovasi, dan tentunya semangat gotong royong,” ujar Wali Kota Surakarta.
“Mari jadikan semangat Pitulungan lan Welas sebagai inspirasi untuk terus menjaga budaya, memperkuat persaudaraan dan bersama-sama membawa kota Surakarta semakin Maju,” imbuhnya.
Sebagai simbol dimulainya Grand Carnival Solo Batik Carnival ke-17, seluruh tamu undangan mengikuti prosesi foto bersama yang dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati sebagai lambang perdamaian, harapan, dan semangat kebersamaan.
Kemeriahan juga diwarnai penampilan Yosee Academy Inline Skate yang menampilkan anak-anak menari menggunakan sepatu roda. Atraksi tersebut menghadirkan perpaduan olahraga, seni pertunjukkan, dan kreativitas yang mendapat apresiasi tinggi dari para penonton.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, ikut memeriahkan acara dengan menjadi maskot dari Solo Batik Carnival 2026. Digambarkan sebagai wibawa sosok yang hadir dengan rasa, dengan kasih, Setiap langkahnya memiliki kepedulian dan menjadi cahaya sesama.
Persiapan yang dilakukan oleh para talent juga tidak terlalu panjang. Aura, perwakilan dari Kelurahan Semanggi menuturkan bahwa persiapannya untuk mengikuti SBC 2026 hanya 3 hari.
“Saya persiapannya cuma tiga hari. Itu seminggu sebelumnya cuma disuruh aja, tapi fixnya baru h-3,” tutur perempuan yang juga merupakan mahasiswi Universitas Sebelas Maret itu.
Melalui tema “P17OELAS”, Solo Batik Carnival tahun ini mengajak masyarakat untuk menanamkan nilai kepedulian, gotong royong, dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui karya-karya kreatif yang tidak hanya memperlihatkan keindahan batik, tapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kebersamaan di tengah keberagaman.
Sebagai salah satu agenda budaya unggulan Kota Surakarta, Solo Batik Carnival terus menjadi wadah untuk memperkenalkan batik kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat posisi Kota Solo sebagai kota kreatif yang konsisten menjaga dan mengembangkan warisan budaya Indonesia.
(Penulis: Diani, Intan, Rieke)
