Peluncuran Program Wedangan IKADIN di Ruang Anthorium Rumdin Bupati Karanganyar, Sabtu (11/07/2026)

KARANGANYAR, solotrust.com - Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) cabang Karanganyar menegaskan komitmennya untuk membangun kesadaran hukum masyarakat di wilayah Bumi Intanpari. Komitmen ini diwujudkan melalui sebuah program inovatif, sekaligus merakyat yang diberi nama 'Wedangan IKADIN'. 
 
Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman hukum kepada masyarakat dengan pendekatan santai. Acara peluncuran Wedangan IKADIN dibuka Bupati Karanganyar Rober Christanto di ruang Anthorium Rumdin Bupati Karanganyar, Sabtu (11/07/2026).
 
Dalam sambutannya, Bupati Rober Christanto mengatakan pihaknya mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Karanganyar siap membuka ruang kolaborasi bagi berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
 
"Rumah Dinas Bupati ini terbuka untuk kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Mari manfaatkan sebagai ruang berdiskusi, berkoordinasi, dan membangun gagasan demi kemajuan organisasi serta Kabupaten Karanganyar," ujarnya.
 
Sinergi kuat antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan aparat penegak hukum merupakan fondasi penting dalam mewujudkan iklim kondusif bagi pembangunan, investasi, dan pelayanan publik. 
 
"Kepastian hukum semakin baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Karanganyar maju, berdaya saing, dan berintegritas," tegas Rober Christanto.
 
Di lain pihak, Ketua DPC IKADIN Karanganyar, Mochamad Muhanani, menegaskan Wedangan IKADIN bukan  sekadar menjadi ajang silaturahmi, namun juga ruang diskusi produktif untuk meningkatkan profesionalisme advokat, memperkuat jejaring, serta menghadirkan pelayanan hukum semakin berkualitas.
 
"Wedangan IKADIN dibuat untuk ajang bertemu dan bersilaturahmi di ruang diskusi dengan para klien serta masyarakat dalam pelayanan hukum," terangnya.
 
Sementara itu, Sekretaris IKADIN Karanganyar, Ari Santosa, mengatakan pemilihan nama 'Wedangan' bertujuan untuk menghapus stigma membicarakan masalah hukum adalah sesuatu yang menakutkan atau ngeri. Dengan konsep wedangan santai sambil berbincang, IKADIN berharap diskusi hukum terasa lebih menyejukkan, mampu memberikan solusi, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.
 
"Program Wedangan IKADIN dirancang secara komprehensif untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara global, tidak hanya terfokus pada tindak pidana korupsi. Beberapa fokus bidang yang akan dijalankan meliputi masalah pendidikan dan perlindungan anak. Dalam hal ini, IKADIN akan mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman terkait hukum perlindungan anak," papar Ari Santosa.
 
"Selain itu juga perlindungan perempuan, bekerja sama dengan ibu-ibu atau PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) tingkat kelurahan untuk sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kami juga akan memberikan bantuan hukum gratis bagi warga dengan syarat menunjukkan surat keterangan tidak mampu," tambahnya. 
 
Apabila ada anggota masyarakat, komunitas, sekolah, kelurahan, hingga kelompok PKK yang ingin mendapatkan pencerahan atau pendampingan hukum dipersilakan mengundang tim IKADIN. Pihak IKADIN menyatakan sangat terbuka dan bersedia hadir dengan senang hati untuk melayani masyarakat Karanganyar.
 
"Masyarakat yang tertarik, konsep riil di lapangan akan disesuaikan layaknya wedangan pada umumnya. Kita hadirkan ruang dialog yang hangat, aman, dan edukatif bagi siapa saja," pungkas Ari Santosa. (joe)