Puskesmas Nguter optimalkan tracing Tuberkulosis.
SUKOHARJO, solotrust.com — Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) masih menjadi tantangan utama yang dihadapi Puskesmas Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Meski sejumlah tenaga kesehatan (nakes) telah memasuki masa pensiun dan belum ada pengganti, pelayanan kesehatan masyarakat dipastikan tetap berjalan optimal. Fenomena krisis SDM ini terkuak dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di Puskesmas Nguter pada Senin (20/7/2026).
Namun, keterbatasan personel tak menyurutkan komitmen pihak puskesmas dalam menjaga kualitas layanan, khususnya dalam penanggulangan penyakit menular. Dalam waktu dekat, Puskesmas Nguter bersiap menggelar pelacakan secara masif atau tracing Tuberkulosis (TB) yang dijadwalkan pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026 mendatang.
Kepala Puskesmas Nguter, dr. Nunik Kurniawati, menyampaikan bahwa optimasi tracing TB ini sangat krusial dilakukan sebagai langkah nyata memutus rantai penularan sekaligus mendukung percepatan target eliminasi TB di Indonesia.
"Petugas kesehatan nantinya akan turun langsung ke lapangan untuk mengunjungi rumah pasien serta kontak erat mereka. Di sana, kami lakukan skrining awal dan pengambilan sampel dahak untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan ada tidaknya infeksi bakteri TB," terang dr. Nunik.
Dr. Nunik menandaskan, aksi tracing TB ke pemukiman warga ini akan diatur sedemikian rupa sehingga tidak membebani ataupun mengganggu operasional harian di puskesmas induk. Apalagi, sebagai puskesmas rawat inap di wilayah perdesaan, Puskesmas Nguter mencatatkan tingkat kunjungan yang cukup tinggi. Saban hari, rata-rata ada 150 hingga 200 pasien yang berobat. Bahkan pada hari-hari tertentu, angka kunjungan bisa menembus hingga 250 pasien per hari.
Untuk menopang beban pelayanan tersebut, Puskesmas Nguter turut didukung oleh empat Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di empat desa, yakni Pustu Desa Celep,Pustu Desa Tanjungrejo, Pustu Desa Lawu,Pustu Desa Pondok. Seluruh unit pelayanan tersebut beroperasi penuh selama enam hari dalam sepekan, mulai dari hari Senin hingga Sabtu.
“tentu saja berharap, melalui pengorganisasian tugas yang cermat serta keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan FKP, mutu pelayanan kesehatan bagi warga Nguter dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan,”pungkas Nunik. (nas)
