Komunitas pecinta hewan, Rumah Difabel Meong melakukan sosialisasi di Kampung Kenteng, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo
SOLO, solotrust.com - Komunitas pecinta hewan mendatangi rumah S (26), teradu penganiayaan kucing di Kampung Kenteng, Kelurahan Mojo Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo. Mereka melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dan menemui S.
Komunitas pecinta kucing membawa dua spanduk bertuliskan "Stop Penyiksaan Hewan" dengan ancaman pasal yang bisa dikenakan, serta kondisi medis kucing dianiaya S. Kedua spanduk lantas ditempel di tembok samping rumah S menggunakan paku.
Founder Rumah Difabel Meong, Ning Hening Yulia mengatakan, pihaknya juga memberi edukasi kepada masyarakat di Kampung Kenteng agar menjaga hewan.
"Ini rangkaian edukasi, kemarin kami sudah adukan (S), itu start edukasi kami. Kita negara hukum, maka harus dilaporkan dan semua harus patuh hukum. Edukasi yang kedua kami datang ke rumah pelaku, masyarakat juga teredukasi terhadap KUHP," ungkapnya kepada awak media, Selasa (09/01/2024).
Kegiatan ini, menurut Ning Hening Yulia merupakan aksi damai. Pihaknya sudah meminta izin kepada kepolisian dan kelurahan setempat dalam melakukan aksi.
Dalam aksi ini, Rumah Difabel Meong juga membagikan pakan kucing kepada masyarakat sebagai ajakan berbuat baik kepada hewan, salah satunya kucing.
"Kami di sini untuk bareng-bareng belajar KUHP. Ini kami bukan mau show force atau apa, tapi ini salah satu cara edukasi. Pertimbangannya harus matang, kalau tidak kondusif jangan dilakukan karena berisiko," jelas Ning Hening Yulia.
Dia mengatakan, setelah kejadian penganiayaan kucing viral di media sosial, masyarakat di lingkungan sekitar mengaku emosi terhadap S. Dengan demikian, Rumah Difabel Meong bermaksud membendung amarah warga sekitar.
Salah satu tetangga S, Anik (57) mengatakan, dia mengetahui kejadian itu setelah diberi tahu tetangganya. Kendati demikian, ia enggan melihat video penganiayaan kucing yang dilakukan S.
"Saya tidak berani (lihat videonya), tidak tega saya. Nanti saya malah emosi. Atas peristiwa itu saya terus terang nggak senang, wong kucing saya sakit, saya bawa ke klinik," kata Anik.
Pascakejadian viral itu, Anik bilang warga sekitar menjadi was-was bila kucingnya bernasib sama dengan kucing yang telah dianiaya S. Di mata tetangganya, S memang dikenal memiliki watak temperamental.
Dengan sanksi sosial diberikan kepada S, Rumah Difabel Meong dan masyarakat sekitar berharap tak ada lagi kejadian penganiayaan serupa terhadap hewan. (add)
