Konferensi pers acara hiburan Balefest 2025 dalam rangka menyambut tahun baru, Senin (08/12/2025)
SOLO, solotrust.com - Acara hiburan menyambut tahun baru, Balefest 2025 akan digelar pada 29 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 di Taman Balekambang Solo. Ajang festival ini menghadirkan hiburan musik dan seni hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua Panitia Balefest 2025, Nurudin Aji Broto, mengatakan gagasan festival ini muncul karena dorongan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk menghadirkan perayaan tahun baru lebih merata. Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan, sekaligus menjadi alternatif perayaan malam tahun baru untuk memecah keramaian di tengah Kota Solo.
“Selama ini keramaian terpusat di balai kota dan Jalan Slamet Riyadi. Tahun ini kita adakan di Taman Balekambang agar tidak menumpuk di satu titik,” kata dia dalam konferensi pers, Senin (08/12/2025).
Balefest akan menyuguhkan penampilan musik hingga kesenian dari berbagai komunitas di Solo. Nurudin Aji Broto berharap festival ini dapat menjadi ikon baru Kota Bengawan.
“Kalau ini berhasil dan penontonnya banyak, tahun depan bisa kami buat lebih besar lagi. Ini awal yang mepet waktunya, tetapi kami ingin memberi warna baru bagi image Solo,” tambahnya.
Rangkaian Acara Empat Hari
Pembukaan Balefest dimulai pada Senin (29/12/2025) dengan soft opening menampilkan band lokal serta pembukaan pasar UMKM. Sejumlah penampilan dari reog obyokan, reog garapan, tarian kreasi, hingga pertunjukan seni siswa SMKN 8, pelajar disabilitas, dan tari saman SMAN 1 akan meramaikan hari pertama.
Sementara hari berikutnya, Selasa (30/12/2025) akan dimeriahkan penampilan Kidung Aksara, Kidung Riang, BSO serta ditutup sendratari Ramayana full story di Amphitheater Taman Balekambang.
Memasuki malam perayaan tahun baru pada 31 Desember 2025, wali kota Solo akan membuka acara secara resmi. Sejumlah pertunjukan tradisi kembali digelar pada pagi hari. Malam pergantian tahun di panggung utama akan menampilkan The Solo Doctor, grup humor Pecas Ndahe, Orkes Melayu Himawan, serta Silvy Kumalasari, sebelum pesta kembang api selama 15 menit menandai pergantian tahun.
Terakhir, pada 1 Januari 2026, Balefest ditutup dengan berbagai workshop, mulai dari kerajinan khas Laweyan, pembuatan jamu, kesehatan, hingga aktivitas lain di area UMKM. Konsep awal tahun ini dirancang lebih edukatif dan ramah keluarga.
Festival Inklusif dan Ramah Disabilitas
Nurudin Aji Broto menegaskan Balefest 2025 melibatkan pelajar dan penyandang disabilitas, termasuk dari YPAC dan sejumlah sekolah di Solo.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Taman Balekambang ramah disabilitas dan Solo adalah kota inklusif. Penampilan mereka adalah bentuk penghormatan,” tegasnya.
Pada 31 Desember siang, wali kota Solo juga dijadwalkan makan bersama para pelajar pengisi acara dan penyandang disabilitas sebagai bentuk apresiasi.
Tiket dan Akses
Sebagian besar rangkaian Balefest bersifat nonkomersial sehingga pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk Taman Balekambang sebesar Rp5.000.
Tiket khusus meliputi:
- Sendratari Ramayana: Rp50.000 (belum termasuk tiket masuk Balekambang)
- Konser malam tahun baru: Rp35.000 (sudah termasuk tiket masuk Balekambang)
Seluruh tiket dapat dibeli melalui platform Artatix di artatix.co.id. Dengan perpaduan acara budaya, musik, UMKM, dan inklusi sosial, Balefest 2025 diharapkan memperkuat citra Taman Balekambang, sekaligus memperkokoh Solo sebagai kota seni dan budaya ramah bagi semua kalangan. (add)
