Rapat koordinasi dengan stakeholder pengelolaan wisata Gunung Lawu bersama pihak PUD Aneka Usaha Karanganyar pada, Senin (30/3).
KARANGANYAR, solotrust.com- Mulai April 2026 pengelolaan sejumlah jalur pos pendakian Gunung Lawu akan dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Kabupaten Karanganyar yang saat ini ditujuk untuk mengambil alih pengelolaan. Hal ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama PUD Aneka Usaha dengan Perhutani KPH Surakarta pada Selasa (17 /03 ) lalu, dalam pengelolaan tersebut untuk meningkatkan aspek keselamatan, profesionalitas, serta pendataan pendaki secara digital.
Adapun untuk pengelolaan jalur pendakian yang akan berada di bawah PUD Aneka Usaha mencakup sejumlah jalur pos pendakian, di antaranya pos via Cemoro Kandang, Cetho, pertapaan Pringgodani dan Taman Saraswati di kawasan Gunung Lawu.
Usai rapat koordinasi dengan stakeholder pengelolaan wisata Gunung Lawu pada, Senin (30/3), Direktur Utama PUD Aneka Usaha Karanganyar, Samidi, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sistem pengelolaan berbasis digital elektronik guna memastikan seluruh pendaki terdata dan terpantau selama melakukan aktivitas pendakian di Gunung Lawu.
“Kita akan kembangkan sistem pendaftaran masuk pos pendakian secara elektronik. Dari situ nanti bisa diketahui titik posisi pendaki, masih diwilayah pendakian atau seterusnya. Ini penting untuk pengawasan dan keselamatan pendaki sendiri,” Ujarnya.
Samidi menjelaskan, sistem baru ini akan dirancang untuk meminimalisasi risiko yang selama ini kerap terjadi di jalur pendakian, termasuk pendaki tersesat maupun tidak terpantau. Dengan pendataan yang terintegrasi, proses monitoring dapat dilakukan secara menyeluruh dan cepat. selain itu, pihaknya juga akan melakukan penertiban terhadap jalur-jalur pendakian tidak resmi atau ‘jalur tikus’ yang selama ini kerap digunakan pendaki tanpa melalui prosedur resmi.
“Jadi untuk semua pendaki harus melalui jalur resmi dan terdata, untuk pendakian jalur-jalur tak resmi akan kita pantau dan dikendalikan agar tidak lagi digunakan sembarangan. Yang mau naik gunung wajib isi formulir," papar Samidi.
Lanjut Samidi, pada masa awal pengelolaan pihaknya akan menjalani masa transisi selama tiga bulan bersama Dinas Pariwisata pemuda dan olahraga (Disparpora) Karanganyar, khususnya terkait administrasi dan teknis operasional di lapangan. Meski demikian, tenaga lapangan yang sudah berpengalaman tetap akan pekerjakan karena mereka lebih mengenal Medan pendakian.
“Dalam pengelolaan ini pihaknya masih akan menggunakan tenaga lama yang sudah berpengalaman, tetapi kita tingkatkan profesionalitasnya SDM nya,” tandasnya.
Dalam pengelolaan kedepan pihaknya juga akan menyediakan opsi layanan tambahan seperti porter dan pemandu pendakian yang dapat dipilih sesuai kebutuhan pendaki, dengan sistem yang lebih terintegrasi dan profesional ini, diharapkan pelayanan terhadap pendaki dapat meningkat sekaligus menjamin keamanan selama berada di kawasan gunung Lawu.
“Harapannya dengan sejumlah pelayanan semakin baik, pendaki lebih aman, dan semua aktivitas para Pendaki bisa terpantau dengan jelas yang meminimalisir pendaki yang tersesat atau keluar jalur, ungkap Samidi.
Sementara itu Camat Jenawi, Ardiansyah yang ikut dalam rapat koordinasi menyampaikan bahwa kerja sama pengelolaan sektor wisata yang melibatkan PUD aneka usaha ini tidak berdampak langsung terhadap pengelolaan jalur pendakian di kawasan Gunung Lawu, khususnya wilayah Kecamatan Jenawi. Karena pengelolaan jalur pendakian masih menjadi kewenangan Perhutani sebagai pemegang otoritas kawasan hutan.
“Dalam hal ini PUD hanya pengelolaan destinasi wisatanya, yang sebelumnya dibawah Disparpora Karanganyar, dan untuk LMDH masih menjadi kewenangannya Perhutani,” paparnya.
Dengan demikian, kebijakan kerja sama tersebut tidak mengubah struktur pengelolaan jalur pendakian Gunung Lawu, termasuk yang berada di wilayah Kecamatan Jenawi.
"Dalam pengelolaan ini Pemerintah Kecamatan akan tetap mendukung sinergi antar pihak dalam pengelolaan potensi wisata, selama sesuai dengan kewenangannya,”Pungkasnya. (Joe)
