Pengukuhan dan Pembekalan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Boyolali Masa Bakti 2025-2028 di aula Pusdalops BPBD Boyolali, Jumat (07/11/2025)
BOYOLALI, solotrust.com – Polres Boyolali terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam. Upaya itu diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) melibatkan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat.
Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto melalui Kasat Samapta AKP Cahyo Nugroho mengatakan, keikutsertaan kepolisian dalam forum tersebut merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, namun juga bagian dari sistem penanggulangan bencana terpadu.
“Kesiapsiagaan menghadapi bencana memerlukan sinergi semua pihak. Polres Boyolali berkomitmen untuk berperan aktif dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan, mitigasi, hingga penanganan pascabencana,” ujarnya di aula Pusdalops BPBD Boyolali, Jumat (07/11/2025).
Pada forum itu, Polres Boyolali berperan dalam pemetaan wilayah rawan bencana, penguatan jaringan komunikasi darurat, serta pelatihan tanggap bencana bagi personel dan masyarakat. Kepolisian juga mendorong peningkatan kesadaran warga terhadap mitigasi bencana melalui edukasi di sekolah, tempat ibadah, dan komunitas masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Boyolali, Suratno, mengapresiasi keterlibatan Polres Boyolali dalam forum tersebut. Menurutnya, peran kepolisian sangat vital dalam memperkuat sistem peringatan dini dan koordinasi saat terjadi keadaan darurat.
“Kehadiran Polri, khususnya Polres Boyolali sangat membantu kami di lapangan. Mereka cepat merespons laporan bencana dan membantu evakuasi warga. Ini contoh nyata kolaborasi yang efektif,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Boyolali, Ahmad Gojali, menyebut kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam membangun daerah tangguh bencana.
“Boyolali memiliki risiko bencana cukup tinggi, mulai dari erupsi Merapi, longsor, hingga banjir. Adanya sinergi antara BPBD, Polres, TNI, dan masyarakat, kami optimistis penanganan bencana dapat lebih cepat dan tepat sasaran,” ucapnya.
Diketahui, Kabupaten Boyolali termasuk kawasan rawan bencana, terutama di wilayah lereng Merapi dan perbukitan bagian Selatan. Melalui forum ini, seluruh instansi sepakat memperkuat kesiapsiagaan dan komunikasi lintas sektor agar penanganan bencana semakin optimal.
Polres Boyolali berkomitmen akan terus bersinergi dengan BPBD dan instansi terkait guna menjaga keamanan serta keselamatan masyarakat. (jaka)
