Wali Kota Solo, Respati Ardi menerima kunjungan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen di rumah dinas Loji Gandrung, Selasa (21/01/2026). (Foto: Dok. Istimewa)
SOLO, solotrust.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo membuka peluang baru bagi para pemuda setempat untuk menempuh pendidikan di Belanda. Wali Kota Respati Ardi, menyampaikan rencana itu usai menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen di rumah dinas Loji Gandrung, Selasa (27/01/2026).
Pertemuan membahas sejumlah peluang kerja sama, khususnya di bidang pendidikan, memungkinkan pelajar asal Kota Bengawan melanjutkan studi ke Negeri Kincir Angin melalui program beasiswa dan pertukaran pelajar.
Respati Ardi mengungkapkan, pemkot tengah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Belanda untuk membuka akses beasiswa bagi masyarakat Solo usia produktif. Beberapa universitas ternama seperti Universitas Leiden dan Universitas Utrecht menjadi tujuan utama dalam program ini.
“Di sektor pendidikan nanti ada paket scholarship di beberapa universitas. Untuk usia produktif itu ada di Leiden dan Utrecht, serta universitas lain yang sedang dijajaki. Banyak universitas di Indonesia juga memiliki program double degree dengan Belanda sehingga peluang mendapatkan beasiswa akan semakin terbuka,” bebernya dalam siaran pers diterima solotrust.com.
Sebagai langkah awal, Pemkot Solo juga merencanakan program pertukaran pelajar dan budaya selama delapan pekan. Pemuda Solo akan dikirim ke Belanda untuk mengenal sistem pendidikan dan budaya setempat, sementara pelajar dari Belanda akan datang ke Solo untuk mempelajari kebudayaan lokal.
“Kami siap menerima pelajar dari Belanda dan mengenalkan budaya Solo kepada mereka. Ini menjadi bagian dari pertukaran budaya yang saling menguntungkan,” tambah Respati Ardi.
Sementara itu, Dubes Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, menyambut baik rencana kerja sama ini. Ia menilai hubungan historis antara Solo dan Belanda menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi masa depan.
“Hubungan Solo dengan Belanda sudah terjalin selama berabad-abad. Kami berdiskusi bagaimana sejarah itu bisa dimanfaatkan untuk masa depan,” ungkap Marc Gerritsen.
Ia juga mengapresiasi visi Respati Ardi dalam pembangunan kota, khususnya gagasan menjadikan Surakarta sebagai kota hijau yang berkelanjutan. (Zara/Mutiara)
