Konferensi pers Festival Sambel Tumpang Nusantara (FSTN) yang akan digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen pada 14 hingga 15 Februari 2026
SRAGEN, solotrust.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akan menggelar Festival Sambel Tumpang Nusantara (FSTN) pada 14 hingga 15 Februari 2026. Bertempat di halaman Kantor Terpadu Pemda Sragen, sebanyak 10 ribu porsi sambel tumpang akan disediakan gratis untuk pengunjung.
Festival ini menjadi acara pembuka dari rangkaian agenda dua bulanan disiapkan Pemkab Sragen untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Hargianto, FSTN 2026 merupakan salah satu program unggulan bupati.
“Festival ini diharapkan mampu mengangkat sambal tumpang sebagai kuliner khas daerah, sekaligus memperkuat branding Sragen. Sambel tumpang Sragen agar semakin dikenal luas,seperti halnya pecel Madiun maupun gudeg Jogja," kata Hargianto saat jumpa pers, Selasa (10/02/2026).
Masyarakat dipersilakan hadir untuk menikmati sambel tumpang gratis yang telah disediakan. Menjelang puasa, para perantau biasanya pulang ke kampung halaman di momentum Ruwahan diharapkan ikut meramaikan FSTN dan semakin mengenalkan sambel tumpang Sragen ke seluruh penjuru Tanah Air.
"Dalam dua hari, pengunjung dapat menikmati sambel tumpang gratis sejak pagi hingga sore. Tersedia juga lapak kuliner dengan berbagai varian sambel tumpang yang dijajakan. Momentum Ruwahan biasanya banyak perantau yang pulang ziarah, kami berharap mereka juga hadir meramaikan," bilang Hargiyanto.
Sementara itu, Ketua Panitia FSTN 2026, Udayanti Proborini menambahkan, festival direncanakan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan Sajian Sambel Tumpang Terbanyak.
"Festival akan menghadirkan 280 peserta lomba memasak, sekaligus menargetkan pemecahan rekor MURI untuk Sajian Sambal Tumpang Terbanyak. Jumlah 280 peserta karena berkaitan dengan hari jadi ke-280 Kabupaten Sragen," tambahnya.
Adapun untuk memeriahkan acara, berbagai kegiatan akan digelar, di antaranya perlombaan memasak sambel tumpang, gim, dan penampilan musik. Panitia juga membuka stan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Nanti yang diundang desa-desa untuk ikut lomba, termasuk camat, kepala dinas, puskesmas, hingga bupati juga ikut lomba. Mari kita ramaikan dan kenalkan sambel tumpang khas Sragen," pungkas Udayanti Proborini. (wah)
