Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Boyolali resmi meluncurkan program Bulan Dana Kemanusiaan PMI 2026, Rabu (21/10/2026)

BOYOLALI, solotrust.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Boyolali resmi meluncurkan program Bulan Dana Kemanusiaan PMI 2026. Dalam program ini, PMI Boyolali menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp1,3 miliar yang nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan.
 
Ketua PMI Kabupaten Boyolali, Sunarno, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam program Bulan Dana Kemanusiaan tahun sebelumnya. Menurut dia, dana dihimpun PMI sepenuhnya dimanfaatkan untuk membantu masyarakat membutuhkan.
 
“Terima kasih kepada masyarakat yang telah menyumbangkan dana pada Bulan Dana Kemanusiaan 2025. Dana yang terkumpul kami kembalikan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan sosial, layanan kesehatan, penanganan kebencanaan, maupun bantuan rumah tidak layak huni (RTLH),” kata Sunarno kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).
 
Dia menjelaskan, pada 2025 PMI Kabupaten Boyolali menetapkan target penghimpunan dana sebesar Rp1,6 miliar. Sunarno mengapresiasi dukungan masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program tersebut.
 
Pada pelaksanaan Bulan Dana Kemanusiaan 2026, PMI Boyolali berharap target penghimpunan sebesar Rp1,3 miliar dapat tercapai. Mendukung pencapaian itu, periode pelaksanaan tahun ini diperpanjang menjadi dua bulan, dibandingkan tahun sebelumnya hanya berlangsung selama satu bulan.
 
Sunarno menegaskan, partisipasi masyarakat dalam program Bulan Dana Kemanusiaan PMI bersifat sukarela. Nominal sumbangan dicantumkan dalam pelaksanaan program hanya menjadi acuan untuk memudahkan masyarakat dalam berpartisipasi.
 
“Harapannya, sumbangan dari masyarakat ini tetap bersifat sukarela dan diberikan dengan ikhlas. Jika ada angka atau nominal yang dicantumkan, itu hanya sebagai panduan. Kami berharap masyarakat berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing,” katanya.
 
Ditambahkan, PMI pada dasarnya berperan sebagai perantara dalam menyalurkan kepedulian masyarakat kepada warga membutuhkan. Karena itu, panitia dan seluruh jajaran PMI Boyolali diharapkan dapat menjalankan amanah tersebut secara optimal.
 
“PMI hanya menjadi pengantar jasa untuk menyalurkan bantuan dari masyarakat kepada masyarakat. Kami berharap seluruh panitia dan jajaran PMI dapat melaksanakan program ini dengan baik sehingga dana yang terkumpul benar-benar kembali untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Sunarno.
 
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali, M Syawalludin bertindak sebagai ketua panitia Bulan Dana Kemanusiaan PMI Kabupaten Boyolali 2026.
 
Melalui program tersebut, PMI Boyolali berharap dukungan dan kepedulian masyarakat terus meningkat sehingga berbagai kegiatan sosial, pelayanan kesehatan, penanganan bencana, serta bantuan bagi warga kurang mampu dapat terlaksana secara berkelanjutan.
 
Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, M Syawalludin menyampaikan apresiasinya kepada semua jajaran PMI telah menjalankan tugasnya dengan baik dan dapat melebihi target yang ditentukan. 
 
"Kami juga minta dukungan Bulan Dana Kemanusiaan 2026 ini. Mari kita sukseskan bersama dan kami apresiasi semua jajaran PMI," ucapnya. 
 
Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirvana menambahkan, adanya Bulan Dana PMI, bantuan kemanusiaan bisa terlaksana dengan baik, seperti halnya kesehatan, rehabilitasi rumah, termasuk membantu warga yang terkena musibah.
 
"Kita patut bersyukur, adanya Bulan Dana PMI ini kita dapat membantu orang lain. Kami juga berharap dana yang terkumpul dapat dikelola dengan baik," pungkasnya. (jaka)