Museum Radya Pustaka Surakarta kembali menggelar pameran budaya bertajuk Rajamala Mengembang, Songsong Membentang dalam rangka memperingati hari jadi ke-135 museum tertua di Indonesia. (Foto: Dok. solotrust.com/Shintia Maharani)
SOLO, solotrust.com - Museum Radya Pustaka Surakarta kembali menggelar pameran budaya bertajuk Rajamala Mengembang, Songsong Membentang dalam rangka memperingati hari jadi ke-135 museum tertua di Indonesia. Pameran ini berlangsung mulai 28 Oktober hingga 2 November 2025 di kompleks Museum Radya Pustaka, Jalan Slamet Riyadi, Surakarta.
Acara dibuka secara resmi pada Selasa (28/10/2025) pagi dengan pertunjukan tari Gregah Rajamala oleh Moko Dance Studio serta penampilan gamelan Ageng Radya Pustaka dari Sanggar Seni Wiratama. Beragam kegiatan edukatif dan seni budaya turut memeriahkan acara ini, seperti pameran instalasi seni ‘Bengawan di Atas Kepala’ karya Edi Bonetski, workshop kaligrafi Aksara Jawa, pelatihan membuat konten kreatif menggunakan telepon seluler (Ponsel), hingga lomba boneka Doll Museum Edition.
Menurut panitia penyelenggara, Rina Setyowati, pameran ini menjadi bentuk apresiasi terhadap warisan budaya Jawa.
“Rajamala adalah simbol semangat pelestarian budaya. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat lebih dekat dengan sejarah dan karya seni yang menjadi bagian penting dari identitas Surakarta,” jelasnya, Rabu (29/10/2025).
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Salah satu pengunjung, Rama, mengaku terkesan dengan konsep pameran yang memadukan tradisi dan kreativitas modern. “Saya kagum karena tidak hanya melihat benda bersejarah, tapi juga bisa ikut belajar menulis Aksara Jawa dan membuat konten edukatif. Acaranya interaktif dan menarik bagi generasi muda,” bilangnya.
Selain pameran, setiap malam diadakan panggung budaya menampilkan musik tradisional dan tari kreasi bertema Rajamala. Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata turut mendukung acara ini sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya lokal dan memperkuat sektor pariwisata berbasis seni.
Dengan semangat kolaborasi antara seniman, pengelola museum, dan masyarakat, Pameran Rajamala menjadi bukti nyata Surakarta tetap menjadi pusat kebudayaan Jawa yang hidup dan berkembang di tengah zaman modern.
*) Reporter: Annisa Lutfhi Afifah/Shintia Maharani
