Musyawarah Cabang (Muscab) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Boyolali berlangsung sukses dan menghasilkan kepengurusan baru untuk periode 2026-2031, Kamis (04/06/2026)
BOYOLALI, solotrust.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Boyolali berlangsung sukses dan menghasilkan kepengurusan baru untuk periode 2026-2031, Kamis (04/06/2026).
Dalam forum berlangsung secara demokratis, Eko Purwadi terpilih sebagai Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) GAPENSI Boyolali untuk lima tahun ke depan. Usai terpilih, Eko Purwadi berharap Muscab GAPENSI tak hanya sebagai agenda organisasi semata, namun juga dapat menjadi contoh bagi asosiasi lain dalam memperkuat peran dunia jasa konstruksi di daerah.
“Mudah-mudahan dengan adanya musyawarah GAPENSI ini bisa menjadi contoh bagi asosiasi-asosiasi lain dan sebagai penggerak utama di dunia jasa konstruksi, khususnya di daerah masing-masing,” harap Eko Purwadi.
Menurutnya, kondisi jasa konstruksi saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Lesunya sektor konstruksi dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari keterbatasan anggaran, inflasi, hingga eskalasi harga material yang berdampak pada pelaksanaan proyek pembangunan.
Karena itu, kepengurusan baru GAPENSI diharapkan dapat memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah sehingga mampu berkontribusi lebih besar dalam pembangunan.
“Kami ingin menjadi mitra utama pemerintah daerah dan siap mendukung serta melaksanakan pembangunan, khususnya di Kabupaten Boyolali,” kata Eko Purwadi.
Terkait muscab ini sendiri, seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi, mulai dari pembentukan pimpinan sidang, laporan pertanggungjawaban pengurus lama, hingga sidang komisi dan pemilihan formatur. Seluruh proses berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan secara musyawarah mufakat.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para anggota. Sejumlah perwakilan GAPENSI se-Solo Raya turut hadir, termasuk dari Boyolali, Solo, Klaten, Sukoharjo hingga Purwodadi. Selain itu, perwakilan pemerintah Kabupaten Boyolali, dinas terkait, serta sejumlah lembaga keuangan dan perbankan juga hadir dalam kegiatan.
Sementara itu, Ketua BPD GAPENSI Jawa Tengah, Eko Priyono, menilai kepengurusan baru didominasi generasi muda menjadi harapan baru bagi organisasi dalam menghadapi perubahan zaman dan perkembangan teknologi.
“Mudah-mudahan dengan banyaknya generasi muda yang terlibat, mereka bisa lebih cepat mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia konstruksi dibanding generasi sebelumnya,” harapnya.
Terlepas dari itu, Eko Priyono mengakui dunia konstruksi saat ini masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari regulasi belum sepenuhnya mendukung hingga situasi ekonomi belum stabil.
Diharapkan, sinergi antara pelaku usaha konstruksi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menghadirkan iklim usaha lebih baik. Dengan begitu, sektor konstruksi kembali bergairah dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah maupun nasional. (jaka)
