Pertunjukan wayang kulit di pinggir jalan depan Mapolsek Nogosari untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa atau ngabuburit, Rabu (11/03/2026) sore
BOYOLALI, solotrust.com – Cara unik dilakukan jajaran kepolisian bersama para seniman di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dalam mengisi waktu menunggu berbuka puasa atau ngabuburit. Mereka menggelar pertunjukan wayang kulit di pinggir jalan depan Mapolsek Nogosari, Rabu (11/03/2026) sore.
Kegiatan itu menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas di jalur menuju Bandara Adi Soemarmo. Sejumlah pengendara, bahkan tampak memperlambat laju kendaraan hingga berhenti sejenak untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit yang tak biasa tersebut.
Sebelum pertunjukan dimulai, seorang dalang cilik masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar tampak menunggangi kuda dan berkeliling di sekitar lokasi acara. Aksi itu langsung mencuri perhatian warga dan pengendara yang melintas.
Tak hanya menyuguhkan hiburan budaya, dalam kegiatan itu polisi bersama para seniman juga membagikan ratusan paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Mapolsek Nogosari.
Dalang Kondang Kalimosodo mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya melestarikan budaya wayang kulit, sekaligus menghibur masyarakat saat Ramadan.
“Wayang kulit ini adalah budaya adiluhung yang harus terus dilestarikan. Dengan kegiatan seperti ini, kami ingin mengenalkan wayang kepada masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Nogosari, AKP Suparmi, menjelaskan kegiatan ngabuburit dengan pagelaran wayang kulit, sekaligus pembagian takjil ini juga bertujuan mendekatkan polisi dengan masyarakat.
“Selain untuk menunggu waktu berbuka puasa, kegiatan ini juga sebagai upaya pelestarian budaya wayang kulit. Dulu para wali juga menggunakan media wayang untuk berdakwah kepada masyarakat,” kata AKP Suparmi.
Kegiatan ngabuburit unik ini pun mendapat respons positif dari masyarakat. Selain menjadi hiburan menjelang berbuka puasa, kegiatan tersebut juga sebagai sarana pelestarian seni budaya tradisional di tengah perkembangan zaman. (jaka)
