Mahasiswa Kelompok 99 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan lingkungan melalui program AKSI Serata (Aksi Serai Anti Nyamuk) di Dusun Tejo, Desa Keniten, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi

NGAWI, solotrust.com - Mahasiswa Kelompok 99 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan lingkungan melalui program AKSI Serata (Aksi Serai Anti Nyamuk) di Dusun Tejo, Desa Keniten, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. 
 
Kegiatan ini merupakan salah satu program KKN UNS periode Januari-Februari 2026, didampingi Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Elwas Berdha Krismona. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif pengusir nyamuk yang lebih aman dan ramah lingkungan.
 
Desa Keniten memiliki aktivitas masyarakat cukup beragam, mulai dari kegiatan rumah tangga hingga aktivitas di luar ruangan. Kondisi tersebut membuat keberadaan nyamuk pada waktu-waktu tertentu cukup sering dirasakan warga. 
 
Kehadiran nyamuk tak hanya mengganggu kenyamanan, namun juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan apabila tidak diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan sederhana dan mudah diterapkan masyarakat dengan memanfaatkan potensi alam yang tersedia di lingkungan sekitar.
 
Melalui program AKSI Serata, mahasiswa KKN UNS memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman serai sebagai bahan alami yang dapat digunakan sebagai semprotan anti nyamuk. Tanaman serai dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan sekitar serta memiliki aroma khas yang dikenal dapat membantu mengusir serangga. 
 
Selain memberikan pemahaman mengenai manfaatnya, kegiatan ini juga memperkenalkan cara sederhana untuk mengolah serai menjadi semprotan anti nyamuk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
 
Koordinator program kerja, Safira Salsabila, menjelaskan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan lingkungan melalui pemanfaatan bahan alami yang tersedia di sekitar mereka. 
 
Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diharapkan dapat memiliki keterampilan sederhana untuk mengolah tanaman serai menjadi semprotan anti nyamuk yang dapat dibuat dan digunakan secara mandiri di rumah.
 
 
Kegiatan tersebut diikuti masyarakat Dusun Tejo, terdiri atas ibu-ibu, bapak-bapak, hingga remaja. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan materi serta berdiskusi mengenai berbagai manfaat tanaman serai yang selama ini banyak tumbuh di sekitar lingkungan mereka.
 
Kepala Dusun Tejo, Slamet, mengatakan program ini memberikan manfaat bagi masyarakat karena memanfaatkan potensi tanaman yang sudah banyak tersedia di wilayah tersebut. Menurutnya, keberadaan tanaman serai di Dusun Tejo cukup melimpah sehingga dapat dimanfaatkan menjadi produk lebih berguna. 
 
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Di Dusun Tejo sendiri tanaman serai cukup banyak, jadi bisa dimanfaatkan dengan lebih baik. Semprotan ini juga bisa dimanfaatkan oleh para peternak untuk membantu mengusir jingklong (nyamuk) yang sering menggigit ternak,” sebut Slamet.
 
Secara umum, kegiatan AKSI Serata mendapatkan respons positif dari masyarakat karena memberikan pengetahuan baru, sekaligus solusi yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan tanaman serai juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk sederhana berbasis potensi lokal yang ramah lingkungan.
 
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program ini berkaitan dengan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan mengurangi gangguan nyamuk yang berpotensi membawa penyakit. 
 
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) karena pemanfaatan tanaman serai berpotensi dikembangkan menjadi produk sederhana memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Di lain sisi, penggunaan bahan alami sebagai alternatif pengusir nyamuk juga sejalan dengan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) karena mendorong pemanfaatan sumber daya lokal lebih ramah lingkungan serta mengurangi kebergantungan pada produk berbahan kimia.
 
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNS berharap masyarakat Desa Keniten dapat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan, sekaligus mampu memanfaatkan potensi tanaman lokal secara lebih optimal dan berkelanjutan. (Safira Salsabila)