Helikopter saat mengambil air untuk memadamkan kebakaran
KARANGANYAR, solotrust.com- Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu makin meluas dan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan lereng Gunung Lawu terus digencarkan oleh tim gabungan. Mengingat medan yang terjal serta sulitnya akses menuju titik api, pemadaman secara manual kini dinilai tidak memadai, sehingga dibutuhkan bantuan armada udara hingga teknologi modifikasi cuaca ke BMKG.
Usai koordinasi dengan lintas sektoral posko di Desa Gondosuli Tawangmangu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan menyampaikan bahwa pihaknya bersama satgas kecil yang terdiri dari unsur TNI-Polri, relawandan instansi terkait telah berkoordinasi untuk melokalisir sebaran api. Namunkendala geografis menjadi tantangan utama di lapangan.
“Teman-teman sudah membentuk satgas kecil yang terdiri dari relawan, TNI-Polri dan unsure-unsur lain yang terkait untuk berupaya bagaimana memadamkan api yang ada di lereng Gunung Lawu ini.” Jelasnya.
Selain itu pihaknya juga berkoordinasi secara vertikal dengan Mabes Polri dan Panglima TNI untuk mengupayakan bantuan helikopter pemadam atau water bombing dari Semarang.
Kapolda menambahkan, selain pengajuan armada helikopter, pemerintah daerah setempat saat ini sedang memproses penetapan Status Tanggap Darurat Bencana. Langkah ini diambil agar koordinasi penanganan dapat dialihkan dan difasilitasi penuh oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat. Dengan penetapan status tersebut, intervensi penanganan kebakaran diharapkan bisa berlangsung lebih efektif dan cepat. Tim gabungan juga berkoordinasi dengan Badan MeteorologiKlimatologidan Geofisika (BMKG) sebagai salah satu opsi strategis yang disiapkan pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan. Meski demikianpengerjaan TMC masih menunggu hasil evaluasi kondisi awan dan analisis teknis dari tim BMKG.
Sementara itu Wakil Bupati Karanganyar Adhe Elliana mengatakan, keputusan untuk berupaya menetapkan status darurat diambil berdasarkan prinsip pencegahan yang lebih utama.
“Langkah cepat ini didasarkan pada evaluasi tahun 2023 laludi mana sempat terjadi situasi dari wilayah Jawa Timur yang merembet ke daerah setempat.” Ujanya.
Pihaknya menambahkan, sebelumnyaterdapat harapan terkait upaya modifikasi cuaca dan kesiapsiagaan dari pihak BPBD di lapangan, namun harus disesuaikan kembali karena kondisi yang tidak memungkinkan. Semantara terkait status darurat tersebutpihaknya telah melakukan komunikasi langsung dengan Bupati, dan mendapat respon positf, di mana saat ini tim tengah menyiapkan kelengkapan administrasi berupa surat-menyurat yang diperlukan. (Joe)
