Pengurus Muhammadiyah bersama para tokoh memukul kentungan bersama sebagai simbolis pembukaan Jambore Relawan Kebencanaan Muhammadiyah–Aisyiyah ketiga di Wonderpark, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (26/06/2025)
KARANGANYAR, solotrust.com - Jambore Relawan Kebencanaan Muhammadiyah–Aisyiyah ketiga digelar di Wonderpark, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Jambore Nasional Relawan ini digelar pada 26 hingga 29 Juni 2025 dan dibuka langsung Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhamadiyah Abdul Mu'ti di Graha Sunan Lawu Wonderpark Tawangmangu. Jambore diikuti ribuan relawan dari 30 provinsi di Indonesia.
Berbagai tokoh nasional hadir dalam pembukaan jambore nasional ini, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi yang turut hadir memberikan dukungan terhadap penguatan kapasitas relawan kebencanaan.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengatakan kehadiran Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) di berbagai lokasi bencana mencerminkan semangat tulus dalam gerakan sosial dari Muhammadiyah.
"Di sini MDMC hadir tak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga aktif dalam membangun mitigasi dan meningkatkan ketangguhan masyarakat, bahkan kita juga sudah menembus ranah internasional," ungkapnya.
MDMC telah terlibat dalam respons bantuan kemanusiaan di sejumlah negara. Ke depan, diharapkan fasilitas rumah sakit lapangan milik MDMC bisa memperoleh pengakuan dari WHO sebagai lembaga resmi tanggap darurat kesehatan.
"MDMC telah ikut berbagai kegiatan kemanusiaan di berbagai negara. Kita berharap bisa mengapai pengajuan dari WHO dalam tanggap darurat kesehatan," harap Abdul Mu'ti.
Di lain pihak, Ketua MDMC, Budi Setiawan, menyebut acara jambore nasional diikuti lebih dari seribu relawan dari 30 provinsi. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dan menjadi ajang konsolidasi serta penguatan kelembagaan hingga ke tingkat masjid dan rumah ibadah sebagai pusat kesiapsiagaan bencana.
Budi Setiawan juga mengapresiasi para peserta yang berpartisipasi. Menurutnya, jumlah peserta melampaui target ditetapkan.
"Jumlahnya jauh melampaui ekspektasi MDMC. Ternyata yang hadir lebih dari 1300 peserta dari seluruh daerah di Indonesia," ucapnya.
Budi Setiawan menambahkan, kenyataan di lapangan menunjukkan relawan Muhammadiyah-'Aisyiyah senantiasa hadir dengan cepat merespons terjadinya bencana.
"Iya, memang kemudian rasa kerelawanan ada, meskipun dengan kesiapan terbatas, pasti hadir," bilangnya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, mengingatkan Indonesia berada di kawasan rawan bencana. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir tercatat lebih dari 3.300 kejadian bencana, rata-rata 20 kejadian per hari.
“Kita tidak bisa lengah. Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama. BNPB memang diamanatkan sebagai koordinator nasional, tapi kolaborasi lintas sektor adalah kunci keberhasilan,” paparnya.
Di lain sisi, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkapkan pentingnya kehadiran relawan terlatih dalam menghadapi bencana. Kesigapan tim MDMC Boyolali dalam merespons erupsi Gunung Merapi tak hanya menguasai medan, namun juga mampu mengatur distribusi bantuan secara efisien.
"Saya sangat mendukung sepenuhnya kegiatan jambore nasional ini. Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sudah terbukti punya kontribusi besar dalam penanggulangan bencana di Indonesia,” pungkasnya. (joe)
