Pengurus ICMI Karanganyar bersama dua paslon pilkada usai acara dialog interaktif di Pendopo RM Said Karanganyar, Rabu 16/10/2024)
KARANGANYAR, solotrust.com - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Karanganyar menggelar acara diskusi interaktif, mengundang kedua pasangan calon (Paslon) yang bertarung di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bumi Intanpari.
Dalam dialog di pendopo Rumah Dinas Bupati RM Said, Rabu (09/10/2024), kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati (Cabup-Cawabup) Karanganyar saling mengkritisi program unggulan yang disampaikannya di hadapan perwakilan masyarakat.
Pasangan cabup-cawabup nomor urut 1, Ilyas Akbar Almadani-Tri Haryadi mengkritik rencana penghapusan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang akan dilakukan paslon nomor urut 2, Rober Christanto-Adhe Eliana.
Ilyas Akbar Almadani mengatakan jika dirinya memenangkan pilkada dan menjabat bupati, PBB tetap akan ditarik karena itu perintah undang-undang. Ia justru akan menambah bantuan keuangan ke desa melebihi yang dijanjikan Rober-Adhe.
"Kenapa PBB harus digratiskan? Justru per desa akan kami beri bantuan Rp150 juta sampai Rp200 juta," ungkapnya.
Di lain pihak, calon bupati nomor urut 2, Rober Christanto menjanjikan program unggulannya bakal terlaksana serta tak sekadar memberi harapan palsu.
Semua keuntungan layanan publik dapat diakses penggunanya tanpa ribet. Masyarakat cukup berbekal Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja. Ini berlainan dengan banyaknya kartu pengguna berbagai layanan publik di program unggulan Ilyas Akbar Almadani-Tri Haryadi.
"Cukup satu kartu saja, KTP. Berisi NIK yang menginformasikan ia bisa memakai layanan publik sesuai kebutuhan," papar Rober Christanto.
Calon wakil bupati nomor urut 2, Adhe Eliana mengingatkan masyarakat agar waspada janji-janji palsu. Menurutnya, rekam jejak digital tak akan bisa dihapus. Bersama Rober Christanto, ia menyusun program unggulan berdasarkan perhitungan matang dan memakai analisis logis.
"Ada rekam jejak digital bahwa Berlian (Rober-Adhe) menyusun program kerja ini tidak berubah-ubah. Dihitung benar-benar," ujar Adhe Eliana.
Pertanyaan ke keduanya tak kalah kritis. Salah seorang peserta diskusi mencecar cara dua pasangan calon bupati dan wakil bupati menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Karanganyar, di mana program unggulan dua paslon belum menyentuhnya. Sementara penanya lain meminta komitmen dua paslon mendampingi kemandirian kalangan disabilitas.
Ketua panitia, Suriyanto, menjelaskan pertemuan ini diadakan agar masyarakat dapat mengetahui program kerja para calon sehingga dukungan yang diberikan tidak buta. Undangan dari unsur masyarakat, mulai pelajar sampai tingkat rukun tetangga (RT).
Selain itu, warga juga bisa mengkritisi jika program yang dijanjikan saat kampanye tidak sesuai dengan realisasi manakala terpilih nantinya. (joe)
