Ilustrasi (Dok. Pixabay/Geralt)

Solotrust.com - Dunia kriminal internasional diguncang kabar tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes atau biasa disebut El Mencho, pemimpin tertinggi Jalisco New Generation Cartel (CJNG). Gembong narkoba paling diburu di Meksiko dan Amerika Serikat (AS) ini dilaporkan tewas setelah operasi militer besar-besaran di wilayah Tapalpa, negara bagian Jalisco, Minggu (22/02/2026).

Menurut keterangan resmi dari Kementerian Pertahanan Meksiko, El Mencho berhasil dilacak melalui intelijen yang memantau pergerakan kekasihnya menuju tempat persembunyian di kawasan pegunungan. Operasi didukung intelijen AS ini berujung pada baku tembak sengit antara pasukan khusus dan pengawal setia kartel.

El Mencho sempat mencoba melarikan diri ke area hutan, namun ia menderita luka parah dalam kontak senjata itu. Sang gembong narkoba dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit militer di Mexico City.

Kematian pria berusia 59 tahun ini segera memicu gelombang serangan brutal. Para anggota kartel melakukan aksi pembakaran kendaraan, blokade jalan raya, hingga serangan terhadap fasilitas publik di beberapa kota besar seperti Guadalajara dan Puerto Vallarta.

"Ini adalah perkembangan yang luar biasa bagi Meksiko, AS, Amerika Latin, dan dunia. Orang-orang baik lebih kuat daripada orang-orang jahat," kata Wakil Menteri Luar Negeri AS, dikutip dari sebuah sumber.

Pemerintah Negeri Paman Sam sebelumnya menawarkan imbalan 15 juta dolar AS (sekira Rp235 miliar) untuk kepala El Mencho, menguji keberhasilan operasi ini sebagai tonggak sejarah dalam perang melawan perdagangan fentanil dan metamfetamin global. CJNG dikenal sebagai salah satu kartel paling agresif yang memiliki jaringan distribusi hingga ke 50 negara bagian AS.

Sejauh ini, pemerintah Meksiko telah mengerahkan ribuan personel tambahan untuk memulihkan ketertiban di wilayah-wilayah terdampak kerusuhan. (Anastasya Zefanya)

*) Berbagai Sumber