Suasana Thrifting Tirtonadi 2025 di area Convention Hall Terminal Tirtonadi, Solo, pekan lalu. (Foto: Dok. solotrust.com/Shintia Maharani)

SOLO, solotrust.com Thrifting kini dapat diakses di mana saja, termasuk di pasar online dan offline. Berbagai aplikasi online memiliki layanan untuk menjajakan thrifting, mulai dari marketplace, seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada hingga platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan X (Twitter). 

Thrifting offline juga tak kalah populer. Sampai saat ini lokasi thrifting menjamur di berbagai daerah, termasuk Kota Solo. Salah satunya yakni Thrifting Tirtonadi 2025, sebuah bazar pakaian bekas berkualitas mengusung tema 'Sustainable Fashion for Future Generation'.

Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, yakni pada Rabu hingga Minggu (05-09/10/2025) di area Convention Hall Terminal Tirtonadi, Solo.Thrifting Tirtonadi 2025 diselenggarakan Komunitas Thrift Solo Movement bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan Kota Solo sebagai bentuk dukungan terhadap gaya hidup ramah lingkungan.

Event ini menghadirkan lebih dari 60 tenant yang menjual berbagai produk preloved, seperti pakaian vintage, aksesoris, tas, hingga sepatu branded dengan harga mulai dari Rp20 ribu. Ketua panitia, Nadia Rahmawati, menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah mengedukasi masyarakat agar lebih sadar terhadap pentingnya daur ulang dalam dunia fashion.

“Kami ingin menunjukkan bahwa fashion tidak selalu harus baru. Barang bekas pun bisa tampil keren dan berkualitas. Ini juga upaya kecil kami untuk mengurangi limbah tekstil,” jelasnya, saat dijumpai solotrust.com di sela acara.

Selain berbelanja, pengunjung juga disuguhkan dengan workshop mix and match pakaian thrift, sesi talkshow tentang circular fashion, serta penampilan musik dari komunitas lokal menambah suasana meriah. Panitia juga menyediakan area foto tematik dan lomba outfit thrift terbaik yang menarik antusiasme anak muda Solo.

Salah satu pengunjung, Ara, mengaku senang dengan adanyaThrifting Tirtonadi 2025.

"Event ini belum tentu ada sebulan sekali. Nah, dengan diadakannya event ini kita bisa dapat barang dengan harga jauh lebih murah, apalagi barang branded dari luar. Mungkin kalau barang baru bisa mencapai ratusan ribu, tapi di event ini bisa mendapatkan barang tersebut dengan harga lebih murah dan masih layak pakai," kata mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta itu.

Pihak penyelenggara berharap Thrifting Tirtonadi 2025 dapat menjadi agenda rutin tahunan dan wadah kreatif bagi komunitas thrift di Kota Solo. Dengan semangat berbagi dan keberlanjutan, kegiatan ini sukses menggabungkan unsur ekonomi, kreativitas, dan kepedulian lingkungan dalam satu wadah inspiratif.

*) Reporter: Annisa Luthfi Afifah/Shintia Maharani