Foto bersama.

SRAGEN, solotrust.com– Hari Kartini biasanya identik dengan parade kebaya dan sanggul yang megah. Namun, bagi Rus Sumaryati Sumanto, istri Ketua DPRD Jawa Tengah, esensi perjuangan RA Kartini terletak pada satu hal mendasar: Pendidikan dan Kepedulian.
 
 Senin (20/04/2026), suasana SMK Negeri Plupuh, Sragen, tampak berbeda. Tidak ada kesan formalitas yang kaku saat sosok yang akrab disapa Budhe Manto ini hadir di tengah ratusan siswa. Alih-alih merayakan secara seremonial, ia memilih terjun langsung mengampanyekan "Gerakan Bersama Peduli Pendidikan."
 
 
 Budhe Manto menyaksikan langsung ketelatenan para siswa dalam lomba miru batik serta kreativitas mereka menata ruang kelas. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar mengejar piala.
 
 "Saya salut dengan sekolah ini. Ini bukan cuma lomba, tapi pesan kuat untuk mendidik karakter, mencintai budaya, dan lingkungan. Inilah cara kita mewarisi semangat perjuangan Kartini di era modern," ungkap Rus Sumaryati dengan bangga.
 
 Suasana haru pun menyeruak saat Budhe Manto, bersama para guru dan siswa, menyambangi sejumlah lansia dan keluarga guru yang tengah berbaring sakit untuk menyerahkan bantuan. Momen ini menjadi pelajaran hidup yang nyata bagi para siswa tentang arti empati.
 
 "Kami ajak anak-anak agar kelak mereka punya kepedulian tinggi kepada sesama, terutama rasa hormat dan kasih kepada sosok guru," tambahnya.
 
 Di tengah tantangan pendidikan yang makin kompleks dan adanya kebijakan pemangkasan anggaran, Budhe Manto menekankan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendirian. Ia secara khusus mengajak pihak swasta untuk "turun tangan" demi masa depan generasi muda.
 Kepala SMK Negeri Plupuh, Sri Eka Lelana, mengamini hal tersebut. Kehadiran tokoh masyarakat dan dukungan dari pihak swasta seperti Teh Sepeda Balap dan Aristo Makmur dalam acara tersebut menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi sekolah.
 
 "Prestasi yang kami raih adalah buah dari kolaborasi. Kehadiran para mitra swasta hari ini menjadi penentu bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara," pungkas Eka.
 
 Peringatan Hari Kartini di Plupuh tahun ini menjadi pengingat: bahwa perjuangan perempuan masa kini adalah memastikan tak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dalam meraih mimpinya. (nas)