Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman bersama petugas pengawas kecamatan dan kelurahan di Kota Semarang, Jumat (09/02/2024).

SEMARANG, solotrust.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang mulai melakukan identifikasi potensi kerawanan pelanggaran di masa tenang pada 11 hingga 13 Februari 2024. Hal itu untuk mencegah adanya kegiatan mengandung unsur kampanye. 
 
Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk melakukan patroli pengawasan. Jika ditemukan adanya kegiatan mengandung unsur kampanye, itu bisa dikategorikan pelanggaran.
 
"Di masa tenang nanti kita akan melakukan pembersihan, tidak lagi penertiban alat peraga kampanye. Rencananya pada 11  Februari, jajaran kami di tingkat kecamatan akan melakukan apel siaga menghadirkan pengawas tempar pemungutan suara (TPS). Setelah apel, mereka akan mulai melakukan pembersihan," paparnya, seusai Apel Siaga Tahapan Pengawasan Pemilu 2024 di Taman Indonesia Kaya, Jumat (09/02/2024).
 
Acara dihadiri wali kota dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang menekankan jika seluruh petugas pengawas di seluruh kecamatan siap menjalankan tugas di masa tenang.
 
Arief Rahman berharap pada 11 Februari, seluruh alat peraga kampanye (APK) sudah diturunkan. Jika setelah tanggal itu masih ditemukan APK akan ada penindakan.
 
"Di tingkat kota juga akan ada penertiban bersama tim gabungan, khususnya nanti di reklame-reklame berbayar karena reklame berbayar ini masih terpasang di hari tenang," ungkapnya. 
 
Sementara itu, pemerintah Kota Semarang berupaya agar pendistribusian logistik berjalan baik dan lancar. Perihal itu dikatakan Wali Kota Hevearita Gunaryati Rahayu ketika menghadiri apel siaga Bawaslu Kota Semarang.
 
"Bagi kami adalah bagaimana memastikan logistik bagi semua kecamatan ini bisa selesai. Saya juga mendapat informasi kayaknya logistik bisa cepat daripada sebelumnya, tapi data lengkap ada di Bawaslu," kata Mbak Ita, panggilan akrabnya.
 
Adapun untuk wilayah Kecamatan Candisari, logistik sudah diterima dan dilakukan persiapan tahapan pemilu.
 
Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan berbagai kecamatan untuk mengantisipasi hal lain seperti masalah kebencanaan. Hal itu perlu diantisipasi mengingat baru-baru ini terjadi hujan besar mengakibatkan banjir di berbagai wilayah luar Kota Semarang.
 
"Kalau dari sarana dan prasarana sudah sesuai dengan apa yang diminta Komisi Pemilihan Umum (KPU), tetapi yang namanya bencana alam bisa terjadi di mana-mana. Kita tahu seperti saudara-saudara kita di berbagai kota terkena bencana, sehingga kita memastikan baik logistik, distribusi, sampai TPS dan masyarakatnya," ungkap wali kota.
 
Jika terjadi demikian, lanjut Mbak Ita akan menggangu jalannya proses pencoblosan dan pemilihan umum yang tinggal menghitung hari. (fjr)