Acara buka puasa bersama BPR Syariah Sukowati Sragen, Selasa,(10/03/2026) petang. (Foto: Dok. Istimewa)

SRAGEN, solotrust.com - Bupati Sragen, Sigit Pamungkas mendorong masjid-masjid di wilayahnya untuk pemberdayaan ekonomi umat. Ibadah menjadi hal utama, namun di lain sisi, masjid juga perlu merintis amal usaha yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi jemaah dan masyarakat sekitar. 
 
Hal itu disampaikan bupati saat menghadiri acara buka puasa bersama BPR Syariah Sukowati Sragen, Selasa (10/03/2026) petang.
 
“Masjid harus punya amal usaha. Dengan begitu, ketika ada warga yang kesulitan, sakit, atau membutuhkan bantuan modal usaha, masjid bisa ikut berkontribusi,” ucap Bupati Sigit Pamungkas.
 
Bupati Sigit berharap di setiap desa memiliki minimal satu masjid yang mempunyai unit usaha mandiri. Bahkan, ia menggagas kemungkinan adanya festival amal usaha masjid sebagai ajang berbagi inspirasi dan pengembangan ekonomi berbasis masjid.
 
Senada, Direktur Utama BPR Syariah Sukowati Sragen, Fakhruddin Nur berharap momentum Ramadan ini dapat memberikan motivasi bagi penggerak masjid dan masyarakat untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur. 
 
Dalam kegiatan buka puasa bersama ini, pihaknya juga mengundang panitia Masjid Preneur Fest. Acara hasil kolaborasi antara Bank Syariah Sragen, Masjid Al Falah, Baznas Sragen, Dewan Masjid Indonesia, Kementerian Agama (Kemenag) dan Sekolah Bisnis Sragen ini dinilai mampu mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru dari tingkat keluarga, sehingga memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Sragen.
 
"Memang Bank Syariah Sragen memiliki visi bahwa kita pengin satu keluarga satu pengusaha. Kami siap memberikan pendampingan," terang Fakhruddin Nur. 
 
Acara juga menghadirkan narasumber Guru Besar Bidang Technopreneur Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. Dr. Ir. Suranto, yang menyampaikan materi tentang 'Momentum Ramadan: Menguatkan Ekonomi Keluarga melalui Gerakan Satu Rumah Satu Usaha.' (wah)