Tembok rumah warga di Ngemplak Boyolali roboh dan menimpa dua orang ibu dan anak. Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat

BOYOLALI, solotrust.com - Tembok rumah warga di Ngemplak Boyolali roboh dan menimpa dua orang ibu dan anak. Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat.
 
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (14/11/2023) sekira pukul 15.00 WIB. Usai turun hujan, saat itu kedua korban diketahui tengah berada di dalam rumahnya. Sejumlah saksi dimintai keterangan polisi terkait kejadian ini.
 
Kapolres Boyolali, AKBP Petrus Parningotan Silalahi, mengatakan ada dua korban tertimpa tembok roboh. Salah satu di antaranya meninggal dunia.
 
"Peristiwa robohnya tembok, ada dua korban yang merupakan Ibu dan anak. Korban meninggal dunia anak yang masih bayi," ungkapnya, Kamis (15/11/2023).
 
Peristiwa bermula saat turun hujan Rabu (14/11) sekira pukul 14.45 WIB. Tak lama setelah hujan reda tiba-tiba tembok rumah korban roboh. Hal itu karena ada longsor dari fondasi perumahan yang berada di dekat rumah korban dan menimpa keduanya.
 
"Adanya peristiwa tersebut, Polsek Ngemplak, Dokkes, Inafis, dan Reksrim Polres Boyolali mendatangi lokasi. Petugas memberikan pertolongan pertama kepada korban, melakukan pengecekan, dan melakukan pendalaman penyebab fondasi longsor yang menimpa tembok rumah korban,'' terang kapolres.
    
Pihak kepolisian akan tetap melakukan penyelidikan terkait penyebab robohnya tembok, mengakibatkan bayi meninggal dan ibunya luka berat.
 
"Proses penyelidikan masih berlangsung, beberapa saksi yang mengetahui terkait peristiwa ini akan kami periksa," jelas AKBP Petrus Parningotan Silalahi.
 
Pemeriksaan juga akan dilakukan pada pengembang perumahan dengan adanya fondasi perumahan longsor di dekat rumah korban. Aparat juga menggandeng pihak terkait untuk menguji mutu bangunan fondasi yang longsor.
 
"Kami minta keterangan terhadap pengembang perumahan dengan adanya fondasi perumahan yang longsor di dekat rumah korban. Selain itu juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menguji mutu bangunan tembok yang roboh tersebut, apakah sudah sesuai standar atau belum," tutupnya. (jaka)