Suasana Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Naskah Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Provinsi Jawa Tengah.

SOLO, solotrust.com- Program Studi Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta menjalin kolaborasi dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Wonogiri. Keduanya ambil bagian dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Naskah Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Provinsi Jawa Tengah.

Agenda strategis yang dihelat oleh Disporapar Jawa Tengah ini berlangsung selama dua hari di Hotel Ramada. Acara turut dihadiri jajaran pengurus KNPI Jateng serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kepemudaan se-Solo Raya.

Kehadiran mahasiswa PPI dalam forum ini merupakan inisiatif dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, Sunarto, M.Pd. sebagai bentuk implementasi nyata pembelajaran berbasis aksi.

Dalam pemaparannya, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa peningkatan angka IPP memerlukan wadah komunikasi dan koordinator yang solid melalui forum satu data.

Saat ini, angka IPP Nasional berada di level 62,88. BPS menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dan perguruan tinggi sangat dibutuhkan guna mengefisiensikan anggaran serta mengefektifkan kajian isu strategis kepemudaan.

Sementara itu, perwakilan Kesbangpol Jawa Tengah, Rahmat, menyoroti pentingnya substansi dalam pembangunan pemuda. Menurutnya, kenaikan angka statistik tidak boleh menjadi satu-satunya fokus, melainkan harus menyentuh aspek kepemimpinan dan kepeloporan.

"Meskipun tingkat partisipasi pemuda tercatat tinggi di angka 76,77%, potensi besar ini berisiko menjadi missed opportunity jika tidak dikelola dengan tepat," ujar Rahmat. Ia menekankan agar pemuda tidak sekadar menjadi partisipan formalitas, melainkan hadir sebagai motor penggerak perubahan nyata.

Mengutip data KPU, media sosial kini menjadi saluran utama generasi muda dalam mengakses informasi politik. Pergeseran ini melahirkan corak partisipasi baru yang dinamis—mulai dari pembuatan konten, pembentukan komunitas, gerakan relawan, e-sports, hingga advokasi digital.

Mahasiswa PPI UIN RMS Surakarta, Imam Teguh Raharto, menilai penguatan kolaborasi multipihak ini krusial untuk merumuskan arah kebijakan pemuda periode 2026–2029. Langkah konkrit tersebut diharapkan mampu mengawal indikator IPP menjadi kebijakan publik yang berdampak luas.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD KNPI Wonogiri, Alfian Budiarso, M.Pd., berharap FGD ini mampu memperkuat pemahaman dan strategi bersama.

"Membangun pemuda hari ini berarti menyiapkan wajah Jawa Tengah di masa depan. IPP harus menjadi pijakan untuk menghadirkan kebijakan yang benar-benar membuka ruang bagi pemuda untuk tumbuh, berdaya, dan mengambil peran dalam pembangunan," pungkasnya.