Penandatanganan kerja sama "Bajaj Untuk Surakarta" bersama para stakeholder lokal di Luwes Kestalan, Surakarta, pada Rabu (25/2/2026).

SOLO, Solotrust.com - Max Auto Indonesia melalui layanan Bajaj Maxride semakin memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di Kota Solo. Melalui seremoni penandatanganan kerja sama "Bajaj Untuk Surakarta" di Luwes Kestalan, Rabu (25/2/2026), perusahaan otomotif ini menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan sektor UMKM dan pariwisata guna mendongkrak pendapatan daerah.

Regional Head Java Maxride, Muhammad Rio, mengungkapkan bahwa fokus utama kehadiran mereka di Solo adalah menjadi penyokong utama bagi pelaku usaha kecil dan membuka lapangan kerja baru.

"Kehadiran kita di Solo itu untuk men-support UMKM. Kami membuka lapangan pekerjaan baru untuk teman-teman driver, termasuk mereka yang mungkin kesulitan mendaftar di aplikasi lain atau rekan-rekan pengemudi becak motor (bentor) yang ingin beralih ke Bajaj. Kami sangat terbuka," ujar Rio di sela acara.

City Manager Maxride Solo, Ongki Ardi Mahendra, menambahkan bahwa pertumbuhan Bajaj Maxride di Solo dilakukan dengan prinsip tumbuh bersama stakeholder lokal tanpa mengabaikan regulasi lingkungan yang ada.

"Intinya kita bersinergi. Kami ingin tumbuh bareng-bareng dengan stakeholder di Solo tanpa melanggar aturan lingkungan yang ada. Model kerja sama ini diharapkan menciptakan volume penjualan yang berbanding lurus dengan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat Solo Kota," jelas Ongki.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari data operasional saat ini. Ongki membeberkan bahwa saat ini terdapat sekitar 80 driver aktif, sementara daftar tunggu (waiting list) telah mencapai 90 orang. Hal ini menunjukkan adanya jarak (gap) yang besar antara ketersediaan armada dengan minat masyarakat.

"Berdasarkan analisa kami terhadap jumlah order harian yang mencapai 500 order, saat ini hanya sekitar 50% yang bisa terlayani karena keterbatasan armada. Oleh karena itu, kami menargetkan maksimal 300 unit akan mengaspal di Kota Solo," ungkap Ongki.

Penentuan angka 300 unit tersebut dilakukan secara hati-hati agar tidak mengurangi pendapatan para driver yang sudah ada. Jika kuota di Kota Solo telah terpenuhi, Max Auto Indonesia berencana melakukan ekspansi ke wilayah sekitar seperti Karanganyar, Wonogiri, hingga Klaten.

Program "Bajaj Untuk Surakarta" ini turut menggandeng POKDARWIS Surakarta dan Kampung Batik Kauman untuk memastikan wisatawan mendapatkan akses transportasi yang nyaman saat mengeksplorasi destinasi budaya. Dengan tarif yang kompetitif dan perlindungan dari cuaca, Bajaj diharapkan menjadi jembatan yang membawa wisatawan langsung ke titik-titik UMKM dan kuliner.

"Kami tidak hanya menjual kendaraan, tapi kami dampingi dengan ekosistem aplikasi. Jadi, ketika masyarakat berinvestasi pada unit Bajaj, mereka langsung didukung oleh sistem yang menjamin keberlangsungan usaha mereka," tutup Ongki.

(Red)