Pemkab Magelang Inisiasi Program Blonjo Warung Tonggo. (doc. Pemprov Jateng).
MAGELANG, solotrust.com – Merebaknya toko modern di sejumlah tempat, membuat Pemerintah Kabupaten Magelang menginisiasi Program Blonjo Warung Tonggo. Melalui program ini, aparatur sipil negara (ASN) diharapkan dapat berperan aktif menjaga dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menjelaskan, tahap awal Program Blonjo Warung Tonggo difokuskan pada wilayah percontohan di Kelurahan Sawitan, serta Desa Mendut dan Deyangan.
“Intinya adalah bagaimana kita semua, khususnya ASN, bisa ikut berpartisipasi dalam mengamankan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata bupati.
Ditambahkan, pada tahap awal ini pemerintah akan melakukan evaluasi dan intervensi, pengumpulan data, serta penyempurnaan sistem sebelum diterapkan secara lebih luas.
“Kita mulai dari tiga lokasi dulu. Dari sini kita kumpulkan data dan masukan untuk perbaikan sistem ke depan,” ujarnya.
Bupati menekankan, Program Blonjo Warung Tonggo bukan sekadar program jangka pendek atau tren sesaat, yang cepat hilang tanpa dampak nyata. Sebaliknya, program ini diharapkan menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan.
Jika ASN mampu memberikan teladan dengan berbelanja di warung tetangga, langkah tersebut akan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat mulai pemerintah desa, kecamatan, tenaga pendidik, hingga kelompok masyarakat lainnya.
“Kalau ASN bisa meneladani, saya yakin yang lain akan ikut. Ini harus jadi gerakan bersama,” ajaknya.
Melalui program ini, Pemkab Magelang ingin menjaga keberlangsungan usaha kecil, seperti warung kelontong dan usaha mikro lainnya, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Meski tidak menolak perkembangan ritel modern, pemerintah ingin memastikan pelaku usaha lokal tetap mampu bertahan dan berkembang. (Pemprov Jateng)
